6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak

Vania Rossa

Jum'at, 10 April 2026 | 18:19 WIB
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak
ilustrasi senjata rakitan. (Pixabay/sainathkotage)
baca 10 detik
  • Siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA meninggal dunia akibat ledakan senapan rakitan saat ujian IPA.
  • Senapan rakitan berisi material plastik, besi, dan bubuk hitam tersebut meledak saat dipraktikkan korban pada 8 April 2026.
  • Polres Siak menyelidiki unsur kelalaian serta menyediakan pendampingan psikologis bagi siswa terdampak trauma di sekolah tersebut.

Suara.com - Sebuah insiden tragis mengguncang SMP Islamic Center (Sains Tahfiz) di Kabupaten Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia saat mengikuti ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Rabu (8/4/2026).

“ Saat itu, korban bersama rekan sekelompoknya tengah menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA,” kata Kasatreskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, dikutip Jumat (10/4/2026).

MA tewas setelah alat peraga sains buatannya yang berupa senapan rakitan meledak dan melukai bagian vital tubuhnya. Berikut fakta-fakta terkait peristiwa memilukan tersebut.

1. Kronologi Saat Ujian Praktik IPA

Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat ujian praktik sains yang diikuti lima kelompok siswa tengah berlangsung. Kelompok yang dipimpin MA mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan hasil karya mereka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkapkan, korban berperan sebagai peraga dan sempat melakukan uji tembak menggunakan senapan rakitan buatannya.

Namun, saat tembakan dilepaskan, senapan tersebut justru meledak. Ledakan itu menimbulkan asap pekat dan suara dentuman keras yang disertai berhamburannya material dari alat tersebut.

2. Sempat Meminta Teman-temannya Menjauh

Sebelum memperagakan alatnya, MA sempat meminta teman-teman satu kelompoknya untuk menjauh dari lokasi peragaan. Dalam satu kelompok tersebut terdapat sembilan orang siswa.

baca juga

Permintaan itu dilakukan karena MA akan memperagakan sendiri senapan 3D rakitan yang dibuatnya. Namun nahas, ledakan justru mengenai dirinya sendiri.

3. Komponen Senjata: Plastik 3D dan Bubuk Hitam

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga menjadi pemicu ledakan.

Komponen senapan tersebut terdiri dari bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang digunakan sebagai bahan pemicu.

“Kami sudah melakukan olah TKP, dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” kata AKP Raja Kosmos.

4. Senjata Bukan Bagian dari Kurikulum Sekolah

Pihak sekolah mengaku terkejut karena proyek yang dibawa MA ternyata menyerupai senjata api.

AKP Raja Kosmos menyebut bahwa alat tersebut belum pernah dibawa ke sekolah sebelumnya dan bukan merupakan bagian dari instruksi guru.

“Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui yang akan dipraktikkan oleh korban adalah senjata api,” ungkap Kosmos.

Meski demikian, korban sempat meyakinkan gurunya bahwa senapan rakitan tersebut aman digunakan karena sebelumnya telah diuji coba.

5. Polisi Periksa Kepala Sekolah dan Guru

Pasca kejadian, Polres Siak langsung melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengawasan ujian praktik tersebut.

Sejumlah saksi kunci telah dimintai keterangan, termasuk kepala sekolah dan tiga orang guru.

Proses pendalaman terhadap para saksi lainnya juga masih terus berlangsung.

6. Tim Trauma Healing Diterjunkan

Insiden yang terjadi di hadapan para siswa lain tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi rekan-rekan korban.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim trauma healing yang terdiri dari Polisi Wanita (Polwan) untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan agar para siswa dapat kembali beraktivitas secara normal setelah peristiwa yang mengguncang tersebut.

Selain itu, kepolisian juga menegaskan pentingnya pemulihan psikologis di lingkungan sekolah agar para siswa tetap merasa aman dan terlindungi.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa SMP yang Diduga Lempar Bom Molotov di Kubu Raya Tetap Difasilitasi Ikuti Ujian Akhir

Siswa SMP yang Diduga Lempar Bom Molotov di Kubu Raya Tetap Difasilitasi Ikuti Ujian Akhir

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:43 WIB

Lima Dekade IPA Convex: Momentum, Kolaborasi, dan Masa Depan Energi Indonesia

Lima Dekade IPA Convex: Momentum, Kolaborasi, dan Masa Depan Energi Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:58 WIB

Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme

Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:34 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×