21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 13:46 WIB
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
Kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran resmi terjadi setelah pertemuan tingkat tinggi di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan damai. (Tasnimnews)
  • Perundingan damai 21 jam antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

  • Iran menolak syarat nuklir Amerika Serikat yang menyebabkan krisis energi global di Selat Hormuz.

  • Lebih dari 2.000 orang tewas sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah Februari.

Suara.com - Kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran resmi terjadi setelah pertemuan tingkat tinggi di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan damai.

Kegagalan ini memperpanjang ketidakpastian di Timur Tengah yang saat ini tengah dibayangi oleh konflik militer terbuka sejak Februari.

Dikutip dari Al Jazeera, posisi Iran yang enggan melunakkan sikap terhadap persyaratan Washington menjadi batu sandungan utama dalam negosiasi maraton tersebut.

Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)
Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)

Delegasi Amerika Serikat menyatakan bahwa ketidaksepakatan ini akan memberikan dampak yang jauh lebih merugikan bagi pihak Teheran.

Dunia kini menyoroti potensi eskalasi militer yang lebih besar mengingat status Selat Hormuz yang masih dalam kondisi kritis.

Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi Amerika Serikat memberikan pernyataan langsung mengenai hasil pertemuan tersebut.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan menurut saya itu adalah kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada bagi Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden JD Vance.

Vance menekankan bahwa Teheran sengaja memilih untuk tidak menyetujui poin-poin krusial yang diajukan oleh pihak Washington.

Amerika Serikat menuntut jaminan penuh agar Iran sama sekali tidak menyentuh pengembangan teknologi senjata nuklir di masa depan.

Upaya diplomasi selama 21 jam di ibu kota Pakistan tersebut belum mampu mencairkan kebekuan hubungan kedua negara sejak 1979.

“... Kita perlu melihat komitmen afirmatif bahwa mereka tidak akan mengupayakan senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka mencapai senjata nuklir dengan cepat,” ujar Vance.

Respon Diplomasi Dari Pihak Teheran

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran memberikan tanggapan yang lebih tenang menghadapi hasil pertemuan di Islamabad tersebut.

Pihak Iran mengklaim bahwa sebuah kesepakatan besar memang mustahil bisa dicapai hanya dalam satu kali sesi pertemuan saja.

Teheran memandang proses diplomasi ini sebagai langkah awal yang membutuhkan komunikasi berkelanjutan dengan berbagai pihak mediator di wilayah tersebut.

Juru bicara kementerian menegaskan bahwa ekspektasi publik terhadap pertemuan pertama ini seharusnya tidak dipasang terlalu tinggi.

“Tentu saja, sejak awal kita tidak seharusnya berharap untuk mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada seorang pun yang memiliki ekspektasi seperti itu,” kata juru bicara kementerian Esmaeil Baghaei.

Iran menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan Pakistan serta negara-negara sahabat lainnya guna menjaga stabilitas kawasan yang sedang bergejolak.

Pemerintah Pakistan selaku tuan rumah mendesak agar kedua belah pihak tetap menghormati komitmen gencatan senjata yang telah ada.

Ishaq Dar selaku Menteri Luar Negeri Pakistan memberikan apresiasi atas kehadiran kedua delegasi di meja perundingan yang sangat berisiko.

Pakistan berharap semangat perdamaian tetap dijaga demi menghindari bencana kemanusiaan yang lebih luas di wilayah Asia Barat.

Upaya mediasi ini dianggap penting untuk menekan angka kematian warga sipil akibat serangan militer yang terus berlangsung.

“Atas nama Pakistan, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua belah pihak karena telah mengapresiasi upaya Pakistan untuk mencapai gencatan senjata dan peran mediatornya. Kami berharap kedua belah pihak terus berlanjut dengan semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran abadi bagi seluruh wilayah dan sekitarnya,” tutur Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

Kesepakatan yang gagal ini dikhawatirkan akan memicu kembali aksi saling balas di medan tempur antara pasukan kedua negara.

Konsekuensi Perang Dan Krisis Energi

Konflik bersenjata yang pecah sejak 28 Februari lalu telah merenggut nyawa lebih dari 2.000 jiwa akibat serangan udara masif.

Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel telah menghancurkan banyak infrastruktur militer serta pemukiman penduduk di wilayah Iran.

Sebagai bentuk perlawanan, Iran melakukan aksi balasan ke wilayah Israel serta fasilitas milik Amerika Serikat di negara-negara teluk.

Dampak paling nyata dari perang ini adalah tersumbatnya jalur perdagangan minyak dunia di wilayah strategis Selat Hormuz.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global terhambat yang memicu lonjakan harga energi di berbagai belahan dunia.

Konflik ini merupakan puncak dari ketegangan menahun antara Amerika Serikat dan sekutunya melawan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Operasi militer yang dimulai pada akhir Februari lalu semakin meluas dan menyeret kelompok-kelompok bersenjata lain seperti Hizbullah di Lebanon.

Negosiasi di Islamabad sedianya dimaksudkan untuk merancang peta jalan damai guna menghentikan agresi yang merusak tatanan ekonomi global.

Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf, sementara Amerika Serikat mengutus JD Vance dalam pertemuan tingkat tinggi yang sangat langka ini.

Hingga saat ini, stabilitas keamanan di Selat Hormuz tetap menjadi prioritas dunia internasional agar krisis energi tidak semakin memperburuk ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB