Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
Selat Hormuz (Bartarinha)
  • Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz.

  • Blokade Iran di jalur energi dunia memicu lonjakan harga minyak dan gas global.

  • Ketegangan militer meningkat seiring laporan pemasangan ranjau di jalur pelayaran strategis internasional.

Suara.com - Kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan mengancam stabilitas ekonomi dunia akibat sengketa Selat Hormuz.

Delegasi tingkat tinggi kedua negara gagal menyepakati poin-poin krusial untuk mengakhiri ketegangan yang melibatkan jalur logistik global tersebut.

Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian pasar energi mengingat posisi tawar Iran yang masih mengunci akses pelayaran internasional.

Angkatan Laut Iran mengeluarkan peringatan keras bagi semua kapal di perairan Teluk. Kapal yang melintas tanpa izin terancam akan ditargetkan dan dihancurkan.
Angkatan Laut Iran mengeluarkan peringatan keras bagi semua kapal di perairan Teluk. Kapal yang melintas tanpa izin terancam akan ditargetkan dan dihancurkan.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan tidak ada kesepakatan yang tercapai setelah memimpin delegasi AS dalam pembicaraan tatap muka dengan pihak Iran di Pakistan.

Pertemuan yang berlangsung di tengah rapuhnya gencatan senjata ini berakhir tanpa dokumen kerja sama formal yang ditandatangani.

Pihak Iran yang diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf tetap bersikukuh pada posisi pertahanan wilayah perairan mereka.

Ia mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya kembali ke AS tanpa membawa hasil kesepakatan.

Narasi dari Teheran menunjukkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya bisa terjadi melalui kerangka negosiasi yang lebih luas.

Status quo di perairan strategis tersebut dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan ekonomi yang diberikan oleh Washington.

Media Iran menyebut perbedaan pandangan, termasuk terkait pembuakan kembali Selat Hormuz, yang menjadi hambatan utama dalam perundingan.

Dampak Serius Sektor Energi

Stagnasi diplomasi ini langsung berdampak pada fluktuasi harga minyak mentah dan gas alam cair di pasar internasional.

Selat Hormuz merupakan urat nadi utama bagi distribusi setidaknya 20 persen pasokan minyak mentah yang dikonsumsi dunia.

Kegagalan ini membuat klaim perdamaian pekan lalu menjadi sangat rapuh dan sulit untuk diimplementasikan secara teknis.

Pihak Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:08 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB