- Departemen Pertahanan AS mengusulkan mekanisme blanket overflight agar pesawat militernya dapat melintasi wilayah udara Indonesia melalui notifikasi saja.
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan membahas kesepakatan strategis tersebut dalam pertemuan bilateral di Pentagon pada 13 April.
- Skema ini memungkinkan pesawat militer AS melintas tanpa izin per kasus, namun memicu kekhawatiran terkait kedaulatan wilayah Indonesia.
Namun dalam sistem blanket overflight:
- Izin diberikan sekali untuk banyak penerbangan
- Berlaku untuk periode tertentu atau jenis misi tertentu
- Cukup dengan notifikasi saja
Blanket Overflight diasanya digunakan untuk:
- Operasi militer darurat (evakuasi, krisis)
- Latihan militer bersama
- Misi logistik cepat
Kenapa Bisa Berbahaya bagi Kedaulatan Indonesia?
Berikut potensi risikonya seperti dilansir dari sejumlah sumber:
1. Kontrol Negara Melemah
- Negara pemilik wilayah udara jadi tidak sepenuhnya mengontrol siapa yang melintas dan kapan.
- Karena tidak ada proses izin detail tiap penerbangan.
2. Potensi Aktivitas Militer Sensitif
- Pesawat asing bisa saja membawa peralatan militer, misi intelijen dan operasi strategis
- Tanpa pengawasan ketat, ini bisa mengancam keamanan nasional.
3. Menarik Negara ke Konflik
- Jika pesawat digunakan dalam operasi militer:
- Negara pemberi izin bisa dianggap ikut terlibat secara tidak langsung
- Berisiko jadi target dalam konflik geopolitik
4. Ketergantungan pada Negara Lain
- Akses luas untuk militer asing bisa menciptakan:
- Ketergantungan keamanan
- Pengaruh politik yang lebih besar dari negara tersebut
Sisi Positif Blanket Overflight
Tidak selalu negatif, tergantung kesepakatannya yang diteken. Sisi positifnya antara lain, mempercepat bantuan saat bencana, memperkuat kerja sama militer dan meningkatkan posisi strategis negara dalam aliansi