- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya memangkas pohon guna mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat fenomena El Nino.
- Instruksi tersebut disampaikan pada Rabu, 15 April 2026, sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta.
- Pemprov DKI Jakarta kini tengah melakukan perapian pohon di berbagai titik untuk mencegah kerusakan serta dampak buruk lainnya.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya terkait melakukan pemangkasan dan merapikan pohon di sejumlah wilayah ibu kota sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering akibat El Niño.
Pramono menyebut, secara siklus cuaca, pertengahan April seharusnya sudah mulai memasuki fase El Niño. Namun, kondisi di lapangan sempat diwarnai curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa titik.
“Memang sekarang ini sebenarnya harusnya pertengahan bulan April ini sudah masuk pada fase El Nino. Kemarin ketika terjadi curah hujan yang cukup tinggi, termasuk di perbatasan Jakarta Timur dengan Bekasi dan sebagainya yang menimbulkan genangan di beberapa tempat, walaupun sebentar kemudian kita bisa atasi,” kata Pramono usai acara Townhall Meeting di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, selain penanganan banjir, kesiapsiagaan terhadap dampak El Niño juga harus difokuskan pada kondisi pepohonan di Jakarta.
Menurutnya, tanpa penanganan yang baik, potensi kejadian pohon tumbang seperti yang pernah terjadi sebelumnya bisa kembali terulang.
“Saya meminta untuk yang lebih harus dipersiapkan adalah pohon-pohonnya. Memang kalau tidak dilakukan dengan baik, pasti ini juga akan terjadi seperti waktu yang lalu,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pemangkasan dan perapian pohon di berbagai titik sebagai langkah mitigasi.
“Sehingga pemotongan, merapikan, sekarang sedang dilakukan,” pungkasnya.