Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

Galih Prasetyo

Rabu, 15 April 2026 | 14:27 WIB
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
Israel serang Lebanon (Antara)
baca 10 detik
  • Serangan militer Israel di Lebanon Selatan menghambat 63% konvoi bantuan kemanusiaan PBB akibat kendala keamanan dan koordinasi.
  • Krisis kemanusiaan di Lebanon semakin kritis dengan rusaknya 80% pasar serta terbatasnya sumber daya bagi warga.
  • AS memfasilitasi pertemuan diplomatik antara delegasi Lebanon dan Israel di Washington untuk meredakan ketegangan militer yang berkepanjangan.

Suara.com - Akses bantuan kemanusiaan ke Lebanon Selatan kian terhambat di tengah serangan militer Israel yang kian brutal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan mayoritas konvoi bantuan gagal mencapai tujuan akibat kendala keamanan dan koordinasi di lapangan.

Direktur Regional Program Pangan Dunia (WFP) Samer AbdelJaber mengatakan hampir 63% konvoi yang direncanakan tidak dapat diselesaikan.

“Hampir 63% konvoi bantuan ke Lebanon selatan tidak terlaksana karena tidak ada respons atau penolakan dalam proses dekonflik,” ujarnya dalam sidang Parlemen Eropa di Brussel, Selasa (14/4) waktu setempat seperti dilansir dari Middle East Monitor.

AbdelJaber menambahkan, bahkan konvoi yang telah mendapat izin pun masih menghadapi hambatan serius.

“Tim kami kerap dihentikan di banyak titik. Pekan lalu, satu misi konvoi membutuhkan waktu hingga 15 jam untuk selesai,” kata AbdelJaber.

Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)

Situasi di Lebanon selatan disebut semakin kritis dengan lebih dari 80% pasar terdampak. Kondisi ini membuat kebutuhan kemanusiaan meningkat tajam, sementara sumber daya yang tersedia semakin terbatas.

PBB juga memperingatkan dampak global jika krisis ini terus berlanjut.

Hingga pertengahan 2026, sekitar 45 juta orang di dunia berpotensi jatuh ke dalam kelaparan akut, termasuk 5,2 juta orang di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

baca juga

Tekanan terhadap rantai pasok kemanusiaan juga disebut melampaui krisis sebelumnya.

AbdelJaber menilai kondisi saat ini bahkan lebih berat dibanding masa pandemi COVID-19 dan perang Ukraina, dengan biaya lebih tinggi serta waktu pengiriman yang makin lama.

Dalam forum yang sama, Koordinator Forum Kemanusiaan dan Pembangunan Lebanon Mohamad Mansour mendesak tindakan internasional yang lebih tegas.

Mohamad Mansour menyoroti pelanggaran hukum humaniter dan serangan terhadap infrastruktur sipil yang terus terjadi.

“Uni Eropa harus menggunakan pengaruh politiknya untuk menegakkan hukum humaniter dan memastikan akuntabilitas bagi pelanggar,” kata Mansour.

Ketua Komite Pembangunan Parlemen Eropa Barry Andrews juga mengungkap kondisi lapangan yang memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:16 WIB

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:45 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×