400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
Ilusrasi tentara AS (Brookings)
baca 10 detik
  • Sebanyak 399 tentara Amerika Serikat terluka sejak dimulainya serangan militer gabungan terhadap Iran.

  • Amerika Serikat berhasil menutup total jalur perdagangan laut menuju pelabuhan Iran dalam 36 jam.

  • Kegagalan negosiasi di Pakistan memicu berlakunya blokade maritim ketat di Selat Hormuz.

Suara.com - Perang antara Amerika Serikat dan Iran kini memicu peningkatan signifikan jumlah korban di pihak militer.

Tercatat ratusan personel angkatan bersenjata Amerika Serikat mengalami cedera dalam rangkaian serangan yang terjadi sejak Februari lalu.

Dikutip dari Xinhua, kondisi ini merupakan imbas langsung dari operasi militer gabungan yang diluncurkan bersama sekutu di kawasan Timur Tengah.

Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]
Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]

Blokade total yang diterapkan kini telah melumpuhkan akses perdagangan laut dari dan menuju pelabuhan utama Iran.

Langkah drastis tersebut diambil setelah upaya mediasi diplomatik yang berlangsung di Pakistan menemui jalan buntu total.

Pihak Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi rincian jumlah personel yang terdampak dalam peperangan ini.

Seorang Juru Bicara CENTCOM menyatakan terdapat 399 tentara yang terluka hingga pertengahan April tahun 2026 ini.

Mayoritas prajurit yang mengalami luka ringan sudah diperbolehkan untuk kembali menjalankan tugas di garis depan.

Namun masih terdapat beberapa personel militer yang harus mendapatkan perawatan intensif akibat mengalami luka sangat serius.

baca juga

Hingga saat ini jumlah anggota militer Amerika Serikat yang dinyatakan gugur dalam tugas mencapai 13 orang.

Data Gugurnya Prajurit Di Wilayah Konflik

Kematian para prajurit tersebut terjadi di lokasi yang berbeda termasuk akibat serangan langsung dari pihak lawan.

Enam personel tewas di medan tempur sementara enam lainnya gugur saat berada di pangkalan wilayah Kuwait.

Satu orang prajurit tambahan dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya setelah terluka di wilayah kedaulatan Arab Saudi.

"Dari total 399 tentara yang terluka hingga saat ini, sebanyak tiga personel militer di antaranya mengalami luka serius," ujar Tim Hawkins.

Pernyataan resmi ini menegaskan besarnya risiko yang dihadapi pasukan dalam menjalankan misi blokade maritim tersebut.

Meskipun memakan korban jiwa kekuatan militer Amerika Serikat berhasil menguasai jalur logistik strategis di perairan Teluk.

Seluruh perdagangan maritim yang terafiliasi dengan Iran berhasil dihentikan total dalam waktu yang sangat singkat.

Pasukan laut Amerika Serikat hanya membutuhkan waktu kurang dari 36 jam untuk menutup akses keluar masuk.

Aksi penutupan jalur ini dilakukan terhadap semua kapal tanpa memandang bendera negara asal yang menuju pelabuhan.

Kebijakan tegas ini mulai diberlakukan secara efektif sejak awal pekan ini melalui instruksi langsung komando tertinggi.

Navigasi Selat Hormuz Dan Kapal Tanker

Walaupun melakukan blokade ketat militer Amerika tetap menjamin kebebasan navigasi bagi kapal menuju pelabuhan non-Iran.

Selat Hormuz tetap dibuka terbatas hanya untuk lalu lintas komersial yang tidak berkaitan dengan kepentingan ekonomi Teheran.

"Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran," tegas Brad Cooper.

Laporan terbaru menunjukkan tidak ada satu pun kapal yang mampu menembus barikade militer pada hari pertama.

Sejumlah kapal dagang memilih untuk memutar balik demi menghindari konfrontasi langsung dengan kapal perang Amerika Serikat.

Angkatan Laut Amerika Serikat juga dilaporkan telah mencegat delapan unit kapal tanker minyak yang mencoba melintas.

Kapal-kapal pengangkut energi tersebut diketahui sedang menuju atau baru saja meninggalkan dermaga di wilayah pelabuhan Iran.

Tindakan ini bertujuan untuk memutus urat nadi ekonomi lawan yang sangat bergantung pada ekspor komoditas minyak.

Intersepsi dilakukan secara profesional sesuai dengan protokol keamanan militer yang berlaku di wilayah perairan internasional tersebut.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kendali maritim sepenuhnya berada di bawah otoritas pasukan Komando Pusat.

Ketegangan militer ini meletus secara terbuka sejak tanggal 28 Februari 2026 setelah serangkaian krisis keamanan regional.

Amerika Serikat dan Israel sepakat meluncurkan operasi gabungan guna menekan pengaruh militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Kegagalan pertemuan bilateral di Pakistan menjadi pemicu utama eskalasi blokade laut yang terjadi saat ini di Teluk.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga stabilitas di kawasan tersebut tercapai kembali.

Kini dunia internasional terus memantau dampak kemanusiaan dan ekonomi dari blokade yang melumpuhkan jalur perdagangan global tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia

Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:31 WIB

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×