- Sekjen PBNU Saifullah Yusuf memastikan persiapan Muktamar NU 2026 terus berjalan melalui konsolidasi dan pembentukan panitia penyelenggara.
- PBNU berencana menggelar Munas Alim Ulama dan Konbes sebelum melaksanakan Muktamar NU pada Agustus 2026 mendatang.
- Penentuan lokasi Muktamar masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan berbagai usulan daerah seperti Lirboyo, NTB, Sumatera Barat, dan Jakarta.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pelaksanaan Muktamar NU 2026 terus disiapkan. Tidak sekadar lokasi dan tanggal, ia juga menyinggung teka-teki kandidat calon ketua umum.
Ipul menjelaskan konsolidasi untuk melengkapi kepanitiaan dalam rangka menyongsong Muktamar NU terus dilakukan.
Sebelumnya, PBNU telah menggelar rapat gabungan dengan kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Melalui rapat tersebut, PBNU menetapkan sejumlah keputusan, salah satunya membentuk panitia inti penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan dilanjutkan dengan Muktamar.
“Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes,” kata Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
PBNU juga meminta Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk berfokus dan mempersiapkan diri mengikuti Muktamar.
“Saya berharap tidak terbawa oleh berita-berita yang belum tentu benar karena kalau kita lihat medsos itu luar biasa sekali dan itu tentu belum tentu kebenarannya,” kata Ipul.
Sementara itu, mengenai siapa saja yang memiliki hak menjadi peserta Muktamar, Ipul menegaskan ketentuan tersebut telah tertuang dalam AD/ART maupun peraturan lain di PBNU.
“Dan yang juga penting tim juga sudah dibentuk untuk menuntaskan seluruh SK, seluruh keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka menuju Muktamar tersebut. Jadi tidak ada yang menghambat, tidak ada yang mengganggu, semuanya berjalan dengan lancar. Kalau ada kabar Sekjen tidak mau tanda tangan dan lain sebagainya itu adalah kabar-kabar yang tidak benar,” kata Ipul.
Lokasi Muktamar
Ipul menyampaikan lokasi pelaksanaan Muktamar NU hingga kini belum diputuskan.
Namun, sejumlah pengurus daerah telah mengajukan beberapa wilayah sebagai tuan rumah.
“Dan sekali lagi diawali nanti ini penentuannya, penentuan tempat dan tanggal Muktamar itu penentuannya diawali musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum,” kata Ipul.
Ia tidak menampik bahwa Lirboyo menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.
“Ya salah satunya di Lirboyo, ada juga di NTB ya yang mengajukan, ada juga di Sumatera Barat dan Jakarta,” kata Ipul.
Kandidat Calon Ketua Umum
Ipul mengatakan semua pihak boleh mencalonkan diri sebagai ketua umum, namun keputusan tetap berada di tangan muktamirin.
Ia juga menyebut banyak pihak yang berminat maju dalam pencalonan.
“Banyak sih yang minat banyak, yang berpotensi tentu lebih sedikit, yang menang cuma satu,” ujarnya.
Menurutnya, petahana juga berpotensi kembali mencalonkan diri.
“Oh semua Ketua Umum berpotensi, ada yang lain-lain juga kan,” kata Ipul.
Saat ditanya apakah dirinya akan ikut mencalonkan diri, Ipul menegaskan tidak memiliki niat ke arah tersebut.
“Saya? Kelihatannya gimana?” ucap Ipul sambil tertawa.
“Enggak, saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa masih ada yang lain, saya tidak ada niat, tidak ada rencana untuk mencalonkan diri. Nek jare wong Jawa Timur gak ono potongane dadi ketua umum,” kata Ipul.
Terkait tokoh NU yang dimaksud, Ipul tidak menyebutkan secara spesifik.
“Oh banyak itu, banyak sekali itu kader-kader NU banyak sekali ya. Cuma siapa nanti yang dipilih ya kita tunggu saja Muktamar. Kita tahulah sudah banyak tokoh-tokoh NU itu yang kelihatannya layak untuk menjadi ketua,” kata Ipul.