Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 12:02 WIB
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
Suasana di Kompleks Hankam, Slipi, Jakarta Barat mendadak mencekam pada Kamis (16/4/2026). Aksi adu argumen sengit pecah saat petugas dari Denma Mabes TNI hendak mengeksekusi 12 rumah dinas di kawasan tersebut. (Suara.com/Faqih)
  • Petugas Denma Mabes TNI berupaya mengeksekusi 12 rumah dinas di Kompleks Hankam, Jakarta Barat, pada Kamis (16/4/2026).
  • Warga sepakat mengosongkan hunian secara mandiri paling lambat 30 April 2026 karena masih menanti putusan kasasi hukum.
  • Warga berhak menempati kembali rumah tersebut jika nantinya hasil putusan kasasi di Mahkamah Agung memenangkan pihak penghuni.

Suara.com - Suasana di Kompleks Hankam, Slipi, Jakarta Barat mendadak mencekam pada Kamis (16/4/2026). Aksi adu argumen sengit pecah saat petugas dari Denma Mabes TNI hendak mengeksekusi 12 rumah dinas di kawasan tersebut.

Warga yang telah menghuni rumah-rumah tersebut selama puluhan tahun memasang badan. Mereka menolak keras pengosongan paksa lantaran sengketa lahan tersebut saat ini masih dalam proses hukum di tingkat kasasi.

Negosiasi Alot: Tenggat Waktu Hingga 2026

Melihat perlawanan sengit dari warga, pihak TNI akhirnya melunak dan membuka ruang audiensi. Hasilnya, tercapai kesepakatan sementara yang memberikan napas lega bagi warga, setidaknya untuk sesaat.

Perwakilan warga, Auliasa Ariawan, mengungkapkan bahwa setelah negosiasi yang alot, mereka diberikan perpanjangan waktu hingga dua tahun ke depan untuk mengosongkan hunian secara mandiri.

“Sudah disepakati bahwa kami dikasih waktu sampai dengan tanggal 30 April 2026 untuk mengosongkan rumah sendiri,” kata Auliasa di lokasi kejadian, Kamis (16/4/2026).

Namun, kesepakatan ini membawa konsekuensi berat. Jika warga tetap bertahan melewati batas waktu tersebut, Mabes TNI tidak akan segan-segan melakukan pengosongan paksa.

Menunggu Putusan Kasasi: "Jika Menang, Kami Kembali"

Meski eksekusi terus berjalan di tengah proses hukum, Auliasa menegaskan adanya klausul penting dalam audiensi tersebut. Jika hasil kasasi nantinya memenangkan warga, mereka berhak kembali menempati rumah-rumah itu.

“Nah, kalau dalam jangka waktu itu keluar kasasi dan kami menang, itu yang akan kami sampaikan bahwa TNI tidak bisa melakukan eksekusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Seperti tadi kesepakatan, kalau eksekusi kami menang, ya kalau dia lebih dari tanggal 30 April, kami berhak melakukan eksekusi ulang terhadap rumah yang diambil oleh Mabes TNI.”

Perwakilan warga di Kompleks Hankam, Slipi, Jakarta Barat, Auliasa Ariawan. (Suara.com/Faqih)
Perwakilan warga di Kompleks Hankam, Slipi, Jakarta Barat, Auliasa Ariawan. (Suara.com/Faqih)

Jejak Sejarah Sejak Tahun 60-an

Bagi warga, rumah di Jalan Kenari, Kompleks Hankam ini bukan sekadar bangunan, melainkan saksi bisu pengabdian orang tua mereka kepada negara. Auliasa menceritakan bahwa keluarganya telah menetap di sana sejak tahun 1969, saat sang ayah masih menjadi prajurit aktif.

Kenangan pahit muncul ketika surat peringatan mulai berdatangan. Puncaknya pada Oktober 2025, warga menerima surat peringatan pertama, yang disusul peringatan keempat pada 25 Maret lalu.

“Saat menempati rumah ini, orang tua saya masih ada, masih aktif. Bapak saya meninggal tahun 2009 di usia 85 tahun,” ucap Auliasa dengan nada getir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?

Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 12:00 WIB

Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online

Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Drama Pro Bono: Tentang Keadilan yang Terasa Mahal bagi Orang Kecil

Drama Pro Bono: Tentang Keadilan yang Terasa Mahal bagi Orang Kecil

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:33 WIB

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:22 WIB

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB