Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 16 April 2026 | 12:19 WIB
Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda
Pramono Anung di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Suara.com/Adiyoga)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklarifikasi bahwa wacana penjualan hak penamaan halte kepada partai politik hanyalah sebuah lelucon.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa komersialisasi nama fasilitas publik hanya menyasar sektor korporasi untuk menambah pendapatan daerah.
  • Strategi bisnis melalui kolaborasi dengan pihak swasta tersebut terbukti berhasil mendatangkan keuntungan finansial bagi kas Pemerintah DKI Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan polemik hak penamaan atau naming rights halte di ibu kota, ihwal kontroversi ihwal wacana penjualan nama fasilitas publik kepada partai politik.

Pramono menyebut wacana yang belakangan membuatnya mendapat sorotan tajam dari publik hanya bagian dari lelucon kepada elite partai.

"Kemarin sebenarnya saya sambil bercanda, saya perbolehkan partai politik," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Eks Sekretaris Kabinet itu juga menepis anggapan serius terkait keikutsertaan entitas politik ke dalam lahan bisnis aset transportasi Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pihak yang menjadi sasar utama untuk membeli hak penamaan sarana prasarana tetap tertuju pada sektor korporasi.

Strategi komersialisasi nama pada halte murni bertujuan untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi daerah, dan tidak akan melibatkan unsur politik mana pun.

"Nggak lah, bagaimanapun yang paling utama adalah dunia usaha," tegasnya.

Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkomersialkan penamaan fasilitas publik sendiri bertujuan untuk mendatangkan pemasukan alternatif bagi kas daerah.

Pramono menyebut halte-halte yang penamaannya berkolaborasi dengan pihak swasta sudah mulai menghasilkan keuntungan.

"Semua halte di Jakarta udah nggak ada yang nggak ada namanya, karena begitu dikasih nama, ada cuannya," klaim politisi PDIP tersebut.

Sebelumnya, publik memang sempat dibuat geger dengan desas-desus mengenai kemungkinan masuknya identitas partai politik dalam skema penamaan infrastruktur tersebut.

Wacana itu bahkan mendapat penolakan dari kubu partai politik sendiri, karena dinilai bisa membuat masyarakat semakin antipati dengan hal-hal berbau politis.

"Akan kontraproduktif terhadap usaha untuk semakin mendekatkan partai politik dengan masyarakat, karena orang-orang merasa antipati," sorot Anggota Komisi A DPRD DKI dari Fraksi PSI, Kevin Wu kepada Suara.com baru-baru ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Teruntuk Pak Pram, Menyapu Ikan Sapu-sapu Saja Tak Cukup

Teruntuk Pak Pram, Menyapu Ikan Sapu-sapu Saja Tak Cukup

Liks | Rabu, 15 April 2026 | 19:20 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB