Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 16 April 2026 | 12:28 WIB
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan akan memanggil pengusaha biji plastik untuk membahas stabilitas harga di pasar yang melonjak drastis.
  • Lonjakan harga plastik disebabkan ketergantungan impor minyak bumi sehingga membebani biaya distribusi komoditas pangan seperti beras bagi masyarakat.
  • Pemerintah mendorong penggunaan bahan organik sebagai alternatif jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap kemasan berbahan dasar plastik.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengambil langkah tegas untuk merespons lonjakan harga plastik. Pemerintah berencana memanggil sejumlah pengusaha biji plastik guna membahas stabilitas harga.

Zulhas mengatakan, ketergantungan industri kemasan plastik terhadap impor minyak bumi menjadi akar masalah utama. Kenaikan harga minyak dunia secara otomatis membuat ongkos produksi plastik membengkak dan sulit dikendalikan.

"Ya itu memang kita sedang kejar sekarang, karena plastik itu kan tergantung kepada impor minyak. Memang itu sangat berpengaruh langsung," kata Zulhas saat ditemui di SMA Negeri 1 Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (16/4/2026).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para pelaku industri biji plastik. Tujuannya untuk mencari titik temu agar kenaikan harga tidak mencapai angka ekstrem.

"Ini sedang kita atasi, kita sedang panggil beberapa pengusaha untuk biji plastik. Nanti gimana kira-kira agar ini tidak terlalu kenaikannya, kira-kira 30 persen, tapi di pasar ada yang sampai 60 sampai 70 persen. Jadi mestinya kan kalau naik 30-an persen," tuturnya.

Di sisi lain, Zulhas menilai Indonesia memiliki modal besar untuk melakukan transisi ke bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam hayati atau organik yang melimpah di Indonesia seharusnya bisa diolah menjadi material pengganti plastik.

"Bagus sekali kalau kita punya alternatif. Kita sebetulnya kaya dengan organik. Kalau itu bisa, plastik diganti organik bagus sekali," ungkapnya.

Kebutuhan akan wadah pengemasan yang stabil menjadi semakin mendesak, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh konsumen akhir.

Zulkifli mencontohkan komoditas beras yang harganya tetap stabil, namun terasa mahal akibat lonjakan harga kantong plastik sebagai pembungkusnya.

Kenaikan harga plastik di pasar yang mencapai dua kali lipat lebih membuat beban biaya operasional distribusi beras semakin berat.

"Tapi kalau plastiknya enggak ada, kan gimana? Beras harus pakai kantong. Kantongnya ini yang repot kalau enggak ada," tandasnya.

"Kalau masih naik saja masih ada, mending juga. Kadang-kadang yang dulu Rp500 sekarang Rp2.000, kan nambah beras mahal sekali itu," imbuhnya.

Zulkifli menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan barang di pasar agar tidak terjadi kelangkaan.

"Nah ini kita akan bicarakan, yang penting ada dulu," pungkasnya.
 
 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:12 WIB

Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?

Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 12:00 WIB

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB