Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengerahkan 10.000 personel militer untuk memblokade total akses laut menuju pelabuhan Iran.

  • Arus pengiriman minyak mentah dunia lumpuhkan akibat penutupan jalur strategis di Selat Hormuz.

  • Ratusan kapal tanker raksasa terjebak di Teluk tanpa kepastian keberangkatan akibat risiko keamanan.

Suara.com - Arus logistik global di Selat Hormuz mengalami kelumpuhan total setelah militer Amerika Serikat secara agresif menerapkan blokade laut terhadap seluruh akses pelabuhan Iran.

Langkah drastis ini menghentikan jalur distribusi yang biasanya mengangkut seperlima kebutuhan minyak mentah dan gas alam cair dunia ke pasar internasional.

Dikutip dari Times Of Israel, efektivitas blokade ini terlihat jelas dari data pelacakan kapal yang menunjukkan hanya segelintir armada yang berani melintasi titik nadi perdagangan tersebut.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Kekuatan militer Amerika Serikat saat ini dilaporkan telah menutup rapat pintu keluar masuk bagi kapal yang terafiliasi dengan kepentingan ekonomi Teheran.

Pengetatan ini merupakan kelanjutan dari eskalasi serangan udara yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa dalam 48 jam pertama tidak ada satu pun kapal yang berhasil lolos dari pengawasan mereka.

“Tidak ada kapal yang berhasil melewati pasukan AS. Selain itu, 9 kapal telah mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan kembali menuju pelabuhan atau wilayah pesisir Iran,” ungkap CENTCOM melalui platform X.

Untuk menjaga integritas blokade ini, Washington mengerahkan kekuatan besar yang terdiri dari belasan ribu personel terlatih di perairan tersebut.

CENTCOM juga menyatakan bahwa terdapat lebih dari 10.000 personel dikerahkan untuk blokade “terhadap kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.”

baca juga

Penyebaran dokumentasi visual dan audio operasi militer sengaja dilakukan sebagai bentuk gertakan terhadap armada komersial yang berniat melanggar aturan tersebut.

Nasib Kapal Sanur dan Tanker yang Terjebak Konvoi

Kapal tanker Rich Starry milik Tiongkok yang membawa metanol dari Iran menjadi salah satu korban yang terpaksa melakukan putar balik di dekat Pulau Qeshm.

Nasib serupa dialami oleh kapal kontainer Golbon berbendera Iran yang sempat bergerak menuju Pakistan namun akhirnya terhenti di dekat pelabuhan Chabahar.

Drama di tengah laut juga dialami kapal Kashan yang mendadak melakukan manuver putar balik menuju selat saat sedang dalam perjalanan ke India.

Meski demikian, beberapa tanker seperti G Summer dan Alicia terpantau menggunakan jalur alternatif yang disebut sebagai rute 'tol' Iran dengan klaim tujuan ke Irak.

Di sisi lain, kapal Christianna dan Elpis yang membawa produk Iran dari wilayah Teluk justru tertahan dan berhenti total di dekat perairan Uni Emirat Arab.

Di tengah ketatnya penjagaan, kapal Rosalina yang mengangkut komoditas jagung menjadi satu-satunya armada yang diizinkan melintas menuju pelabuhan Iran.

Hal ini sejalan dengan pernyataan resmi otoritas Amerika Serikat mengenai kelonggaran aturan bagi pengiriman yang bersifat bantuan kemanusiaan dan pangan.

Kapal Seachampion juga dilaporkan berhasil meninggalkan wilayah konflik setelah menyelesaikan pengiriman kedelai ke Iran dan melanjutkan perjalanan menuju Oman.

Namun, secara keseluruhan jumlah kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz menurun drastis sejak blokade resmi diberlakukan pada hari Senin lalu.

Data dari Kpler mengungkapkan bahwa hanya ada 16 kapal komoditas yang tercatat melakukan penyeberangan sejak pengetatan keamanan tersebut diaktifkan secara penuh.

Tumpukan Kapal Raksasa di Gerbang Selat Hormuz

Hingga pertengahan April, tercatat ada sekitar 670 kapal komoditas yang tertahan di sisi barat selat karena tidak berani melanjutkan pelayaran.

Krisis ini menyebabkan lebih dari 55 kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar atau VLCC terjebak tanpa kepastian di dalam kawasan Teluk.

Kapal-kapal yang tertahan tersebut diketahui milik berbagai perusahaan besar dari negara-negara kuat seperti Jepang, Tiongkok, Yunani, hingga Korea Selatan.

Meski gencatan senjata telah dimulai, trauma serangan terhadap 30 kapal komersial sejak awal Maret masih menghantui para operator kapal internasional.

Hingga saat ini, stabilitas di Selat Hormuz masih sangat rapuh dengan kehadiran ribuan tentara Amerika Serikat yang memegang kendali penuh atas jalur tersebut.

Blokade di Selat Hormuz ini dipicu oleh pecahnya perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Selat Hormuz merupakan jalur paling vital di dunia yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Penutupan atau hambatan di jalur ini secara historis selalu memicu lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi di berbagai belahan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:57 WIB

Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut

Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:49 WIB

Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas

Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:25 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

×