Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
Donald Trump (tangkapan layar X)
  • Amerika Serikat menerapkan blokade maritim untuk menghancurkan ekonomi Iran dan memaksa negosiasi ulang.

  • Sektor perdagangan Iran terancam lumpuh total karena ketergantungan besar pada jalur Selat Hormuz.

  • Strategi ini berisiko memicu kenaikan harga energi global dan merusak hubungan diplomatik internasional.

Ada kemungkinan besar bahwa Amerika Serikat kembali meremehkan daya tahan Iran dalam apa yang mereka anggap sebagai pertempuran eksistensial.

Blokade ini bukan tanpa risiko bagi Donald Trump, terutama dengan bayang-bayang pemilihan paruh waktu yang semakin mendekat bagi Partai Republik.

Jika tekanan ini gagal mengubah sikap Iran sebelum kerusakan ekonomi global meluas, maka kebijakan ini bisa berbalik menjadi bumerang politik yang fatal.

Hilangnya pasokan minyak dan gas alam global akibat ketegangan ini telah memberikan dampak nyata pada pasar energi internasional secara luas.

Pensiunan Laksamana James Stavridis, mantan Komandan Sekutu Tertinggi NATO, memberikan pandangannya kepada CNN mengenai situasi militer dan ekonomi Iran saat ini.

“Secara militer mereka telah dipukul keras dengan balok kayu, namun kita belum benar-benar mencekik ekonomi mereka. Itulah mengapa saya pikir mereka yakin masih memiliki kartu untuk dimainkan,” ungkap Stavridis.

Tantangan Diplomasi di Tengah Kepungan Armada

Operasi militer di laut ini memang terlihat sangat realistis mengingat keunggulan aset Angkatan Laut Amerika Serikat yang sudah berpengalaman dalam melakukan blokade.

Namun, intersepsi terhadap kapal-kapal negara lain seperti Tiongkok atau India dapat memicu insiden diplomatik yang sangat sensitif di level internasional.

Di sisi lain, Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan optimisme pemerintah terhadap peluang tercapainya kesepakatan baru meskipun pembicaraan sebelumnya di Pakistan menemui jalan buntu.

“Tidak ada yang resmi sampai Anda mendengarnya dari kami di sini di Gedung Putih. Tapi kami merasa optimis tentang prospek kesepakatan tersebut,” ujar Leavitt kepada wartawan.

Fokus utama Washington tetap pada penghentian program nuklir, pembatasan rudal, serta pemutusan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan tersebut.

Konflik ini berakar pada ketidaksepakatan fundamental mengenai hak pengayaan uranium dan kompensasi perang yang dituntut oleh pihak Teheran kepada Amerika Serikat.

Washington menawarkan penangguhan pengayaan uranium selama dua puluh tahun, namun pihak Iran bersikeras hanya bersedia memberikan komitmen selama lima tahun saja.

Blokade ini muncul sebagai opsi terakhir setelah serangan udara bersama Israel tidak mampu memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan syarat penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:57 WIB

Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?

Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:55 WIB

Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP

Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:50 WIB