-
Militer Iran mengancam menutup tiga jalur laut jika blokade Amerika Serikat terus berlangsung.
-
Kegagalan negosiasi di Islamabad memicu pengiriman ribuan pasukan tambahan Amerika Serikat ke kawasan.
-
Israel menyatakan kesiapan tempur penuh sementara Iran tetap mempertahankan hak pengembangan energi nuklirnya.
Suara.com - Ketegangan di perairan Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras untuk melumpuhkan total aktivitas ekspor-impor di tiga jalur laut strategis.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade angkatan laut yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz yang menghambat akses pelabuhan Iran.
Dikutip dari China Daily, kondisi ini menandakan kegagalan diplomasi baru-baru ini di Islamabad yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik bersenjata di kawasan tersebut.
![Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/23543-ilustrasi-perang-terbuka-di-selat-hormuz.jpg)
Khatam al-Anbiya Central Headquarters menegaskan bahwa kedaulatan nasional Iran kini berada dalam status siaga tinggi untuk merespons gangguan terhadap kapal komersial mereka.
Potensi gangguan arus logistik di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah ini diprediksi akan mengancam stabilitas ekonomi internasional jika konfrontasi fisik kembali pecah.
Ali Abdollahi, panglima komando utama militer Iran Khatam al-Anbiya Central Headquarters, menyampaikan pernyataan tersebut saat mengutuk blokade AS di Selat Hormuz.
"Jika Amerika Serikat mencari cara untuk melanjutkan tindakan ilegalnya dengan memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan itu dan menyebabkan ketidakamanan bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak Iran, tindakan itu akan menjadi awal dari pelanggaran gencatan senjata, dan angkatan bersenjata Iran yang kuat tidak akan membiarkan ekspor dan impor terus berlanjut di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Abdollahi.
Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil tindakan tegas untuk membela kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.
Keamanan kapal komersial dan tanker minyak menjadi prioritas utama militer Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dari pihak Barat.
Blokade AS saat ini telah efektif mencegah kapal-kapal untuk transit menuju atau dari pelabuhan-pelabuhan utama di Iran.
Gagalnya Diplomasi Dan Penguatan Militer
Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz terjadi segera setelah kegagalan negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.
Sebelumnya, gencatan senjata singkat selama dua minggu telah disepakati oleh Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai sejak 8 April.
Namun, pengiriman armada tambahan oleh Pentagon menunjukkan bahwa Washington tengah mempersiapkan opsi militer yang lebih luas jika diplomasi benar-benar buntu.
Sekitar 6.000 tentara di atas kapal induk USS George H.W. Bush kini sedang bergerak menuju wilayah perairan Timur Tengah.