Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 15:32 WIB
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
Selat Hormuz (Antara)
  • Militer Iran mengancam menutup tiga jalur laut jika blokade Amerika Serikat terus berlangsung.

  • Kegagalan negosiasi di Islamabad memicu pengiriman ribuan pasukan tambahan Amerika Serikat ke kawasan.

  • Israel menyatakan kesiapan tempur penuh sementara Iran tetap mempertahankan hak pengembangan energi nuklirnya.

Selain itu, gugus tugas Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-11 dijadwalkan tiba di akhir bulan untuk memperkuat posisi Amerika Serikat.

Komando Pusat AS melaporkan bahwa kapal perusak USS Spruance telah berhasil mencegat dan mengarahkan kembali kapal kargo berbendera Iran.

"Kemarin, sebuah kapal kargo berbendera Iran mencoba menghindari blokade AS setelah meninggalkan Bandar Abbas, keluar dari Selat Hormuz, dan transit di sepanjang garis pantai Iran," kata komando tersebut di X.

"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) berhasil mengarahkan kembali kapal tersebut, yang kini sedang menuju kembali ke Iran."

Hingga saat ini, tercatat sepuluh kapal telah dipaksa berbalik arah sejak blokade resmi diberlakukan oleh Amerika Serikat pada hari Senin.

Pihak Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa belum ada perpanjangan gencatan senjata yang disepakati saat ini.

Negosiasi Nuklir Di Tengah Krisis

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun terkait perpanjangan gencatan senjata.

Baghaei menyatakan bahwa Iran menganggap mungkin untuk membahas parameter pengayaan uranium dengan Amerika Serikat, tetapi tetap bersikeras pada haknya untuk menggunakan energi nuklir.

Delegasi dari Pakistan diharapkan mengunjungi Teheran untuk mencoba menyambung kembali tali komunikasi yang terputus antara kedua negara yang bertikai.

Meski demikian, Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kesiapan tempur mereka jika gencatan senjata benar-benar berakhir.

"Dalam persiapan menghadapi kemungkinan pertempuran akan dilanjutkan, kami siap untuk skenario apa pun," kata Netanyahu.

Konflik ini meledak pada 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone massal ke aset-aset Israel dan Amerika Serikat, dibarengi dengan penutupan akses Selat Hormuz bagi kapal yang berafiliasi dengan lawan.

Situasi sempat mereda melalui gencatan senjata pada 8 April, namun kegagalan dialog di Islamabad kembali memicu blokade maritim dan ancaman penutupan jalur laut global oleh Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade

Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:14 WIB

Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal

Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 15:02 WIB

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB