-
Militer Iran mengancam menutup tiga jalur laut jika blokade Amerika Serikat terus berlangsung.
-
Kegagalan negosiasi di Islamabad memicu pengiriman ribuan pasukan tambahan Amerika Serikat ke kawasan.
-
Israel menyatakan kesiapan tempur penuh sementara Iran tetap mempertahankan hak pengembangan energi nuklirnya.
Selain itu, gugus tugas Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-11 dijadwalkan tiba di akhir bulan untuk memperkuat posisi Amerika Serikat.
Komando Pusat AS melaporkan bahwa kapal perusak USS Spruance telah berhasil mencegat dan mengarahkan kembali kapal kargo berbendera Iran.
"Kemarin, sebuah kapal kargo berbendera Iran mencoba menghindari blokade AS setelah meninggalkan Bandar Abbas, keluar dari Selat Hormuz, dan transit di sepanjang garis pantai Iran," kata komando tersebut di X.
"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) berhasil mengarahkan kembali kapal tersebut, yang kini sedang menuju kembali ke Iran."
Hingga saat ini, tercatat sepuluh kapal telah dipaksa berbalik arah sejak blokade resmi diberlakukan oleh Amerika Serikat pada hari Senin.
Pihak Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa belum ada perpanjangan gencatan senjata yang disepakati saat ini.
Negosiasi Nuklir Di Tengah Krisis
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun terkait perpanjangan gencatan senjata.
Baghaei menyatakan bahwa Iran menganggap mungkin untuk membahas parameter pengayaan uranium dengan Amerika Serikat, tetapi tetap bersikeras pada haknya untuk menggunakan energi nuklir.
Delegasi dari Pakistan diharapkan mengunjungi Teheran untuk mencoba menyambung kembali tali komunikasi yang terputus antara kedua negara yang bertikai.
Meski demikian, Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kesiapan tempur mereka jika gencatan senjata benar-benar berakhir.
"Dalam persiapan menghadapi kemungkinan pertempuran akan dilanjutkan, kami siap untuk skenario apa pun," kata Netanyahu.
Konflik ini meledak pada 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone massal ke aset-aset Israel dan Amerika Serikat, dibarengi dengan penutupan akses Selat Hormuz bagi kapal yang berafiliasi dengan lawan.
Situasi sempat mereda melalui gencatan senjata pada 8 April, namun kegagalan dialog di Islamabad kembali memicu blokade maritim dan ancaman penutupan jalur laut global oleh Iran.