Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Bangun Santoso

Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
Guru Besar Ilmu Politik sekaligus Pengamat Politik Nasional, Ikrar Nusa Bakti. (Ist)
baca 10 detik
  • Ikrar Nusa Bakti mengkritik perluasan peran militer di ruang sipil dalam diskusi di Jakarta pada 15 April 2026.
  • Persaingan antara militer dan kepolisian dalam pembentukan struktur organisasi di daerah memicu dominasi militer di ranah publik.
  • Firdaus Syam menilai pelibatan militer di sektor non-pertahanan dapat menghambat supremasi sipil dan mengancam stabilitas demokrasi di Indonesia.

Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik sekaligus Pengamat Politik Nasional, Ikrar Nusa Bakti, melontarkan kritik tajam terhadap institusi militer di Indonesia.

Dalam pandangannya, terdapat sebuah pola pikir atau adagium yang masih mengakar kuat di dalam tubuh militer hingga saat ini. Ikrar menyebut bahwa militer merasa ia bukan dibentuk oleh negara, melainkan ia membentuk negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Ikrar Nusa Bakti saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diinisiasi oleh Indonesia Youth Congress.

Diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026 tersebut mengangkat tema 'Politik Pertahanan dan Ekspansi Peran Militer di Ruang Sipil: Antara Kebutuhan Strategis Nasional dan Risiko Dwifungsi Baru'.

Di forum tersebut, menyoroti fenomena semakin luasnya keterlibatan personel militer dalam urusan-urusan yang seharusnya menjadi ranah otoritas sipil.

Menurut analisis Ikrar, fenomena perluasan peran militer di ruang publik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarah panjang di Indonesia.

Salah satu faktor pemicu utamanya adalah adanya dinamika persaingan yang terjadi antara institusi kepolisian dan tentara. Persaingan ini mencakup perebutan pengaruh hingga keberadaan struktur organisasi di tingkat daerah.

Ikrar menjelaskan bahwa setiap kali ada kebijakan mengenai pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonom baru, hal itu selalu diikuti dengan pembentukan infrastruktur keamanan.

Dalam konteks ini, militer seringkali tidak ingin tertinggal dari kepolisian dalam hal eksistensi teritorial di wilayah baru tersebut.

baca juga

"Kalau misalkan ada pemekaran wilayah, maka di saat bersamaan harus dibentuk Polda dan Polres. Nah, militer juga pasti minta, kenapa Polisi bisa? Sedangkan kita tidak?" kata Ikrar.

Lebih lanjut, Ikrar menekankan bahwa situasi ini merupakan bukti nyata dari sejarah persaingan yang mendalam antara unsur sipil yang direpresentasikan oleh Polisi dan unsur militer atau tentara.

Ketegangan dan kompetisi ini telah mendarah daging sejak kedua institusi tersebut dipisahkan secara resmi pasca penghapusan doktrin Dwifungsi ABRI di era reformasi.

Upaya militer untuk terus hadir di ruang-ruang sipil dinilai sebagai bentuk resistensi terhadap pembatasan peran mereka.

Senada dengan Ikrar, Akademisi Ilmu Politik dari Universitas Nasional, Firdaus Syam, juga memberikan catatan kritis mengenai arah kebijakan pertahanan saat ini.

Firdaus menyoroti keterlibatan militer dalam berbagai sektor non-pertahanan, seperti pengelolaan pangan, proyek food estate, hingga penambahan komando teritorial di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Aktivis Mahasiswa Geruduk MK, Minta Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Masuk Peradilan Militer

Aktivis Mahasiswa Geruduk MK, Minta Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Masuk Peradilan Militer

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:00 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×