PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
Serangan Israel ke Lebanon
  • Donald Trump memediasi gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai April 2026.

  • PM Nawaf Salam berterima kasih atas dukungan mediator internasional termasuk Amerika Serikat dan negara Arab.

  • Konflik tersebut telah menyebabkan satu juta orang mengungsi dan merenggut ribuan nyawa di Lebanon.

Suara.com - PM Lebanon Nawaf Salam secara resmi menyambut baik inisiatif penghentian permusuhan antara militer Israel dan pihak Lebanon.

Langkah diplomatik ini diumumkan secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai upaya mengakhiri konflik bersenjata.

Dikutip dari Al Jazeera, fokus utama dari kesepakatan ini adalah menghentikan baku tembak yang melibatkan Hizbullah di wilayah kedaulatan Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. ANTARA/Anadolu/py/am.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. ANTARA/Anadolu/py/am.

Gencatan senjata ini menjadi harapan baru bagi stabilitas keamanan di kawasan perbatasan kedua negara yang terus bergejolak.

Keberhasilan mediasi ini dianggap sebagai titik balik penting dalam peta politik dan keamanan internasional saat ini.

Nawaf Salam menyampaikan apresiasi mendalam melalui platform X kepada seluruh pihak yang membantu proses negosiasi tersebut.

Sejumlah negara seperti Prancis, Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania disebut memiliki peran vital dalam penengahan ini.

Amerika Serikat berada di barisan terdepan dalam merajut dialog antara pihak-pihak yang bertikai selama beberapa bulan terakhir.

Sinergi internasional ini diharapkan mampu menciptakan koridor kemanusiaan yang lebih aman bagi warga sipil di Lebanon.

Keterlibatan aktif negara-negara Arab juga menunjukkan adanya solidaritas regional untuk meredam eskalasi konflik yang lebih luas.

Komunikasi Intensif Trump dan Pemimpin Timur Tengah

Pengumuman besar ini muncul tepat setelah Donald Trump menjalin komunikasi telepon dengan para pemimpin kunci di wilayah tersebut.

Trump berbicara secara intensif dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun guna mencapai kesepakatan.

Dialog tersebut menjadi landasan kuat sebelum kesepakatan resmi mengenai penghentian serangan militer diumumkan ke publik dunia.

Para pemimpin setuju untuk menurunkan tensi militer demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak dari kedua belah pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru

Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:19 WIB

Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku

Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku

News | Jum'at, 17 April 2026 | 08:53 WIB

Terkini

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:11 WIB

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:06 WIB

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:56 WIB

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:42 WIB

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB