Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan. (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran menetapkan Islamabad sebagai lokasi tunggal untuk negosiasi nuklir bersama Amerika Serikat.

  • Pakistan dipercaya sebagai mediator karena dianggap netral dan memiliki kredibilitas diplomatik tinggi.

  • Perundingan ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik nuklir dan menghentikan eskalasi militer regional.

Suara.com - Islamabad kini menjadi satu-satunya titik temu diplomatik yang dipercaya Teheran untuk melanjutkan negosiasi krusial dengan Washington.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam geopolitik regional di mana Pakistan memegang kendali penuh sebagai fasilitator netral.

Dikutip dari Anadolu, kehadiran Pakistan dianggap mampu memecah kebuntuan komunikasi yang selama ini kerap terhambat oleh sentimen ketidakpercayaan mendalam.

Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)
Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)

Dominasi lokasi perundingan ini menunjukkan posisi tawar Pakistan yang semakin menguat di hadapan negara-negara besar dunia.

Teheran secara tegas menutup pintu bagi lokasi lain untuk menghindari campur tangan pihak yang tidak diinginkan.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, mengonfirmasi bahwa putaran kedua dialog hanya akan digelar di Islamabad.

Moghadam menilai Pakistan memiliki kredibilitas yang tidak dimiliki oleh negara lain dalam menangani isu sensitif ini.

Keputusan ini diambil berdasarkan rekam jejak Pakistan yang dianggap konsisten dalam menjaga netralitas politik luar negerinya.

Pihak Iran merasa lebih aman menaruh harapan pada Islamabad dibandingkan harus berhadapan langsung tanpa perantara yang kuat.

baca juga

"Kami mempercayai Pakistan, bukan Amerika Serikat," katanya saat berbicara pada acara Institut Studi Regional.

Keraguan Teheran Terhadap Janji Amerika

Pernyataan Moghadam mencerminkan luka diplomatik yang dalam akibat kebijakan luar negeri Washington yang dianggap tidak stabil.

Ketidakpastian komitmen dari pihak Amerika Serikat membuat Iran mencari jaminan keamanan melalui pengawasan ketat pemerintah Pakistan.

Moghadam secara blak-blakan menyebut negara paman sam tersebut sebagai entitas yang sudah tidak bisa diandalkan lagi.

Hal inilah yang mendasari penegasan bahwa pembicaraan mendatang tidak akan berpindah ke kota manapun selain Islamabad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:21 WIB

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Terkini

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:28 WIB

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 17:21 WIB

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:20 WIB

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 17:05 WIB

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:02 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 16:57 WIB

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:56 WIB

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

×