Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan
kondizi di jalur Gaza (Istimewa)
baca 10 detik
  • Dua saudara pengangkut air tewas ditembak militer Israel di Shujaiya saat masa gencatan.

  • Pemerintah Gaza mencatat ribuan pelanggaran gencatan senjata yang menelan ratusan korban jiwa baru.

  • Serangan terhadap infrastruktur sipil terus berlanjut meski kesepakatan damai telah resmi ditandatangani.

Suara.com - Kematian tragis dua bersaudara di Shujaiya menjadi bukti nyata rapuhnya komitmen gencatan senjata yang seharusnya melindungi warga.

Insiden berdarah di Jalan Mansoura ini menambah panjang daftar warga sipil yang gugur saat menjalankan aktivitas kemanusiaan harian.

Dikutip dari Anadolu, tindakan militer ini menunjukkan pola serangan sistematis terhadap infrastruktur vital masyarakat seperti distribusi air bersih di Gaza.

Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)
Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)

Penembakan brutal terhadap warga sipil tersebut memicu kecaman luas karena terjadi di tengah upaya pemulihan wilayah.

Hingga saat ini stabilitas keamanan di wilayah timur Kota Gaza masih berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Korban jiwa teridentifikasi sebagai Mohammed dan Eid Abu Warda yang tewas seketika akibat luka tembak senjata api.

Satu saudara mereka lainnya dikabarkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan sedang akibat serangan mendadak tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa pasukan militer melepaskan tembakan langsung ke arah kendaraan pengangkut air.

Truk air tersebut sedang melintas untuk melayani kebutuhan mendasar warga ketika rentetan peluru menghentikan laju kendaraan mereka.

baca juga

Sumber medis dari Anadolu mengonfirmasi bahwa jenazah para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan.

Rentetan Pelanggaran Perjanjian Damai Israel

Peristiwa mematikan pada hari Jumat ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pengabaian kesepakatan damai sejak Oktober lalu.

Selain penembakan langsung, artileri militer juga dilaporkan membombardir wilayah Rafah bagian barat laut dengan intensitas tinggi.

Kawasan Khan Younis di sisi selatan tidak luput dari serangan artileri yang menyasar pemukiman serta lahan terbuka.

Di bagian utara Gaza, wilayah Jabalia terus menjadi sasaran intimidasi militer yang menghambat pergerakan warga sipil setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Roket Lebanon Lukai 7 Warga Israel di Karmiel dan Nahariya

Serangan Roket Lebanon Lukai 7 Warga Israel di Karmiel dan Nahariya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:46 WIB

Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Palestina saat Gencatan Senjata Gaza

Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Palestina saat Gencatan Senjata Gaza

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:24 WIB

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×