Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB
Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel
Islamabad kini menjadi satu-satunya titik temu diplomatik yang dipercaya Teheran untuk melanjutkan negosiasi krusial dengan Washington. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Iran menuntut pertanggungjawaban internasional atas kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

  • Dialog perdamaian di Islamabad resmi gagal setelah kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

  • Eskalasi konflik meningkat tajam pasca serangan militer yang menewaskan tokoh penting di Teheran.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi mendesak komunitas global untuk menyeret Amerika Serikat dan Israel ke jalur hukum internasional.

Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan militer yang menargetkan pejabat tinggi dan kedaulatan wilayah Iran secara provokatif.

Dikutip dari Anadolu, Teheran menilai aksi kedua negara tersebut bukan sekadar agresi biasa melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas keamanan dunia saat ini.

Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)
Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)

Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa diamnya dunia terhadap tindakan ini akan mencederai prinsip hukum humaniter yang telah disepakati bersama.

Kedaulatan hukum internasional kini dipertaruhkan jika aktor intelektual di balik serangan mematikan tersebut tidak segera diadili secara transparan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan tuntutan keras ini melalui saluran komunikasi resmi kepada media internasional.

"Kita harus melakukan ini. Bukan hanya Iran, tetapi seluruh komunitas internasional menuntut pertanggungjawaban. Apa yang dilakukan AS dan Israel adalah kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Baqaei.

Pernyataan tersebut menyoroti betapa parahnya dampak serangan udara yang telah merenggut nyawa serta merusak fasilitas sipil di Teheran.

Argumentasi Iran bersandar pada Pasal Umum 1 Konvensi Jenewa 1949 sebagai landasan yuridis untuk menuntut pertanggungjawaban kolektif negara-negara dunia.

baca juga

Pelanggaran terhadap konvensi ini dianggap sebagai penghinaan terhadap norma global yang mengatur etika perang dan perlindungan terhadap kemanusiaan.

Seruan Untuk Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa

Baqaei menekankan bahwa kewajiban menghormati hukum internasional berada di pundak seluruh negara anggota tanpa terkecuali termasuk negara adidaya.

"Karena tindakan AS dan Israel melanggar prinsip tersebut, saya percaya semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menyerukan pertanggungjawaban mereka," katanya.

Iran berharap PBB tidak menutup mata terhadap pola serangan sistematis yang dilakukan oleh koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Kehancuran yang terjadi pada akhir Februari lalu menjadi bukti konkret adanya pelanggaran serius terhadap kedaulatan sebuah negara yang berdaulat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Momen Suahasil Nazara Sapa Karyawan Kemenkeu Usai Jadi Menteri

Momen Suahasil Nazara Sapa Karyawan Kemenkeu Usai Jadi Menteri

Foto | Senin, 14 September 2026 | 18:26 WIB

Purbaya Dicopot Prabowo, Pramono Siap Gandeng Menkeu Baru demi Kelancaran Fiskal Jakarta

Purbaya Dicopot Prabowo, Pramono Siap Gandeng Menkeu Baru demi Kelancaran Fiskal Jakarta

News | Senin, 14 September 2026 | 18:25 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

News | Senin, 14 September 2026 | 18:12 WIB

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

News | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Bola | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Video | Senin, 14 September 2026 | 18:00 WIB

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

News | Senin, 14 September 2026 | 17:57 WIB

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:52 WIB

×