Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antony saat menghadiri penandatanganan Mou dengan Global Green Growth Institute (GGGI) yang berasal dari Inggris dan Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X terkait Perhutanan Sosial. (Foto: Dok Kemenhut RI)
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan strategi penguatan pasar karbon nasional melalui mekanisme perdagangan fleksibel sepanjang tahun di Jakarta.
  • Pemerintah mengintegrasikan sistem perdagangan dengan Registri Unit Karbon untuk memastikan seluruh aktivitas mitigasi tercatat transparan dan saling terhubung.
  • Kementerian menerapkan empat pendekatan pengelolaan kawasan hutan untuk menyeimbangkan fungsi ekologis, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Suara.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memaparkan sejumlah strategi untuk memperkuat ekosistem pasar karbon nasional agar lebih kredibel, transparan, dan terintegrasi dengan sistem global.

Upaya ini ditujukan untuk mendukung implementasi nilai ekonomi karbon (NEK) secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, salah satu mekanisme yang disiapkan adalah membuka perdagangan karbon sepanjang tahun, sehingga transaksi tidak perlu menunggu pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC). Langkah ini diharapkan membuat pasar karbon lebih fleksibel dan dinamis.

“Mekanisme yang diatur sebagai berikut. Pertama, pasar karbon beroperasi sepanjang tahun, memungkinkan perdagangan karbon dilakukan tanpa menunggu tercapainya NDC (Nationally Determined Contribution),” kata Menhut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

ilustrasi hutan (pexels/Luis del Río)
ilustrasi hutan (pexels/Luis del Río)

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa karbon dari proyek aktivitas mitigasi dapat dihitung dalam pencapaian NDC, kecuali dalam kondisi tertentu yang memerlukan otorisasi dan Corresponding Adjustment (CA).

Selain itu, sistem ini juga akan diintegrasikan dengan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) agar seluruh aktivitas dan unit karbon yang diperdagangkan tercatat dan dapat saling terhubung lintas sistem.

“Selanjutnya adalah integrasi dengan registri Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), memastikan seluruh aktivitas dan unit karbon yang diperdagangkan tercatat serta dapat dioperasikan lintas sistem,” ujar Raja Antoni.

Ia menambahkan, arsitektur tata kelola kehutanan juga disusun secara terstruktur untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi.

Pengelolaan kawasan hutan, baik hutan produksi, hutan lindung, hutan konservasi, maupun kawasan khusus, akan dijalankan melalui empat pendekatan utama.

baca juga

“Keempatnya yaitu perhutanan sosial dan hutan adat untuk pemberdayaan masyarakat, peran pemerintah daerah melalui unit pengelolaan hutan, investasi swasta melalui multiusaha kehutanan, dan pengelolaan kawasan konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati,” jelas Menhut.

“Keempatnya didukung kebijakan nasional yang mencakup perizinan, pengelolaan kawasan, insentif ekonomi, perlindungan sosial, serta distribusi manfaat yang adil,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mendorong prinsip dasar penerapan NEK di sektor kehutanan untuk menyeimbangkan pembangunan berbasis iklim dan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini termasuk memastikan alokasi instrumen pembiayaan untuk rehabilitasi dan pemulihan hutan, serta pengurangan degradasi dan deforestasi.

“Kemudian, memastikan penerapan instrumen NEK yang berintegritas dan berkualitas tinggi, dan memastikan masyarakat dan komunitas lokal terlindungi dengan baik,” kata Menhut Raja Antoni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:35 WIB

Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah

Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Borneo

Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Borneo

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:22 WIB

Terkini

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×