Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 17 April 2026 | 18:17 WIB
Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus. [Suara.com/Bagaskara]
  • Bupati Malang melantik anaknya, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Malang pada Jumat, 17 April 2026.
  • Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai pelantikan tersebut rentan terhadap tudingan nepotisme dan menyoroti masalah etika dalam pemerintahan.
  • Deddy mendorong audit oleh lembaga berwenang untuk memastikan proses pemilihan pejabat tersebut dilakukan sesuai prosedur dan aturan hukum.

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, buka suara menanggapi soal dilantiknya Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.

Langkah tersebut disorot publik lantaran yang dilantik tersebut merupakan anak dari Bupati Malang HM Sanusi yang merupakan kader PDIP.

Deddy mengakui bahwa secara etika, kebijakan tersebut sulit terhindar dari sorotan negatif masyarakat.

Menurutnya, pelantikan tersebut rentan terhadap tudingan nepotisme mengingat adanya hubungan kekerabatan langsung antara kepala daerah dengan pejabat yang dilantik.

Oleh karena itu, ia mendorong agar proses tersebut dipertanggungjawabkan secara transparan.

"Memang secara etik akan sulit untuk mengelak dari tudingan nepotisme, untuk itu mungkin perlu dipertanggungjawabkan dan diaudit secara benar," ujar Deddy kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Meski menyoroti sisi etis, Deddy menjelaskan, bahwa secara hukum, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjabat posisi tertentu selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Namun, hal itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang untuk memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur.

"Jika semuanya sudah sesuai norma dan aturan, tidak adil menghalangi hak seseorang yang sudah didapat sesuai mekanisme yang ada. Jadi silakan saja diperiksa oleh yang berwenang seperti BKN (Badan Kepegawaian Negara) atau Kemenpan RB," tegasnya.

Deddy menekankan bahwa prasyarat utama dalam pengisian jabatan publik adalah kecakapan teknis, administrasi, serta integritas, bukan berdasarkan kedekatan personal.

"Pada prinsipnya siapapun punya hak yang sama untuk duduk dalam suatu jabatan, sepanjang memenuhi segala prasyarat administrasi dan syarat-syarat kecakapan teknis, mental, dan pengetahuan serta melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku," jelas legislator PDIP ini.

Ia memberikan catatan keras bahwa pemanfaatan kekuasaan untuk kepentingan keluarga atau kelompok tertentu merupakan hal yang tidak dibenarkan dalam tata kelola pemerintahan.

"Yang tidak boleh itu apabila jabatan itu didapatkan karena hubungan kekerabatan, perkoncoan, dan memanfaat kekuasaan dengan cara yang bertentangan dengan aturan serta mekanisme yang ada," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:35 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Perpus Library Cafe Malang: Surganya Kutu Buku yang Bikin Nagih Balik Lagi!

Perpus Library Cafe Malang: Surganya Kutu Buku yang Bikin Nagih Balik Lagi!

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 13:51 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan

Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan

Video | Sabtu, 11 April 2026 | 15:50 WIB

Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang

Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang

Entertainment | Sabtu, 11 April 2026 | 10:12 WIB

Baru Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan

Baru Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:10 WIB

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB