Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis )
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti harga obat di Indonesia yang dua hingga enam kali lipat lebih mahal.
  • Tingginya harga obat dibandingkan acuan global menghambat aksesibilitas pengobatan bagi penderita hepatitis B dan hepatitis C di Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan berkomitmen melakukan negosiasi harga obat serta memperluas layanan pengobatan di puskesmas untuk meningkatkan keterjangkauan bagi pasien.

Suara.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengaku heran harga sejumlah obat di Indonesia masih jauh lebih mahal dibandingkan harga acuan global. Bahkan, selisihnya mencapai dua hingga enam kali lipat.

Kondisi tersebut yang nyata masih terjadi saat ini, salah satunya pada harga berbagai obat untuk penyakit hepatitis.

Budi menyebutkan kalau tingginya harga obat menjadi salah satu persoalan yang harus segera dibenahi pemerintah agar pengobatan penyakit hepatitis dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

"Saya masih lihat ini anomali di Indonesia, selalu harga obat di Indonesia itu dalam catatan saya, 2 kali sampai 6 kali harga obat di dunia," ungkap Budi dalam peringatan Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

"Obat TDF (Tenofovir Disoproxil Fumarate) itu kita, harganya Indonesia price 4,8 dolar. Kalau global fund harganya 2,4 dolar, dua kali lipat," katanya menambahkan.

Tak hanya itu, obat Entecavir (ETV) di Indonesia disebut dibanderol sekitar 18 dolar, sedangkan harga benchmark global hanya 7,5 dolar atau sekitar 2,4 kali lebih murah.

Untuk pengobatan hepatitis C, selisih harga disebut lebih mencolok.

Budi mengungkapkan obat Daclatasvir (DAC) di Indonesia mencapai 152 dolar, sementara harga global hanya sekitar 24 dolar AS.

Hal serupa terjadi pada kombinasi obat Sofosbuvir dan Velpatasvir yang disebut Menkes dijual sekitar 1.100 dolar di Indonesia, sementara harga global berada di kisaran 174 dolar.

Warga membeli produk obat-obatan yang dijual di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (9/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga membeli produk obat-obatan yang dijual di Pasar Pramuka. Menkes ungkap harga obat di RI lebih mahal. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Padahal kita sudah kerjasama sama medicine patent pool, agar patennya sudah digeser ke kita, dan generiknya ini beberapa juga sudah ada," kata dia.

Karena itu, Budi mengaku tidak memahami penyebab harga obat di Indonesia masih jauh di atas harga pasar global.

"Saya gak ngerti kenapa harga obat kita masih 2 kali lipat sampai 6 kali lipat lebih mahal dari harga obat yang ada di dunia. Ini kebijakan yang kita mesti beresin," tegasnya.

Ke depan, Kementerian Kesehatan akan berupaya memperkuat deteksi dini penyakit hati melalui layanan puskesmas, memperluas akses pengobatan hingga tingkat layanan primer, serta melakukan negosiasi harga obat agar lebih terjangkau.

"Kita harus negosiasi agar harga obatnya ini sudah turun. Sehingga orang-orang yang harus minum pengobatan karena treatment itu bisa jauh lebih murah," kata Budi.

Menurut dia, harga obat yang lebih terjangkau menjadi kunci untuk meningkatkan kepatuhan pasien menjalani terapi jangka panjang, khususnya penderita hepatitis B dan hepatitis C.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:30 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:34 WIB

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:53 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:29 WIB

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:03 WIB

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:54 WIB