Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]

Suara.com - Penjajah terus menyerang jalur Gaza dalam peristiwa genosida Gaza. Serangan ini mulai dilakukan sejak Oktober 2023 dan masih terus dilakukan sampai saat ini. 

Jalur gaza sekarang menjadi tempat penuh kehancuran akibat genosida yang berkepanjangan. Serangan penjajah bukan lagi operasi militer, melainkan kejahatan kemanusiaan yang menyerang berbagai fasilitas publik.

Menurut temuan PBB, tindakan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina mencakup:

  • Membunuh anggota kelompok;
  • Menimbulkan luka fisik atau mental yang serius terhadap anggota kelompok;
  • Sengaja menciptakan kondisi kehidupan yang diperkirakan akan mengakibatkan kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian; dan
  • Menerapkan tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok.

Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan telah diberlakukan di Gaza sejak 19 Januari 2025, menghentikan perang Israel yang telah menyebabkan kehancuran luas dan meninggalkan kantong Palestina dalam reruntuhan.

Berikut ini beberapa fakta-fakta penting yang telah Suara.com rangkum dari Al Jazeera mengenai peristiwa Genosida yang ada di jalur Gaza, angka terbaru sejak 7 Oktober 2023 - 16 April 2026.

Genosida Palestina oleh Israel (aljazeera)
Genosida Palestina oleh Israel (aljazeera)

1. Jumlah Korban yang Semakin Banyak

Jumlah korban genosida Gaza ini semakin banyak. Setidaknya 72.345 warga Palestina telah tewas, dan ribuan lainnya masih berada di bawah reruntuhan. Itu berarti 1 dari setiap 33 orang di Gaza. Sejak "gencatan senjata" 10 Oktober, 766 Warga Palestina telah terbunuh. 

Setidaknya sebanyak 172.250 warga Palestina terluka, banyak di antaranya mengalami luka yang mengubah hidup mereka. Itu berarti 1 dari setiap 14 orang di Gaza. Sejak "gencatan senjata" 10 Oktober, sebanyak 2.147 warga Palestina telah terluka.

Banyaknya korban tersebut jelas memberikan efek trauma yang sangat mendalam bagi warga Palestina.

2. Sistem Kesehatan yang Runtuh

Peristiwa genosida memberikan dampak buruk terhadap sistem kesehatan yang ada di Palestina, khususnya pada jalur Gaza dan sekitarnya.

Sistem pelayanan kesehatan benar-benar lumpuh total. Tidak hanya bangunan fisiknya saja yang hancur, para pasien dan tenaga kesehatan turut menjadi korban. Petugas media yang bekerja dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

3. Pengusiran Paksa dan Pengungsian Massal

Total lebih dari 1,9 juta warga Palestina harus hidup di pengungsian. Bahkan mereka harus berpindah-pindah tempat dalam dua tahun terakhir.

Menurut data OCHA, sekitar 88% wilayah Gaza, sekarang harus mengikuti perintah evakuasi. Banyak kawasan telah benar-benar kosong dari penduduk.

Dalam rentang 20-27 September 2025, ribuan orang, harus berjalan kaki berjam-jam demi mencari tempat aman.

4. Memblokir Bantuan Kemanusiaan

Selama penyerangan, penjajah terus membatasi segala bentuk bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Sebenarnya banyak bantuan yang datang, sayangnya yang diterima bisa dihitung dengan jari.

Terlepas dari gencatan senjata, otoritas lokal Gaza melaporkan hampir setiap hari pelanggaran gencatan senjata oleh tentara Israel.

Sejak 2 Maret 2025, Israel juga memblokir total bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan makanan dan obat-obatan masuk ke Gaza. 

Beberapa hari kemudian, Israel juga memutus aliran listrik yang memasok energi untuk proyek desalinisasi air laut, sehingga warga Palestina di Gaza semakin kesulitan air bersih.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:39 WIB

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB

Terkini

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:02 WIB

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:32 WIB

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:13 WIB

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:12 WIB

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:06 WIB

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:56 WIB

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:52 WIB

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:29 WIB

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:06 WIB

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB