Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Galih Prasetyo

Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
  • Puluhan ribu warga Lebanon kembali ke wilayah selatan guna mengecek kondisi rumah pasca gencatan senjata mulai berlaku Kamis lalu.
  • Situasi lapangan tetap tidak stabil akibat pelanggaran gencatan senjata, kerusakan infrastruktur, serta keberadaan militer Israel di perbatasan.
  • Pemerintah Lebanon berupaya memperkuat gencatan senjata melalui koordinasi internasional dan rencana negosiasi lanjutan dengan pihak Israel dalam waktu dekat.

Suara.com - Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran.

Serangan artileri dan pembongkaran rumah dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik dekat perbatasan.

Menurut laporan pantuan langsung Aljazeera, iring-iringan kendaraan membawa kasur, tas, dan barang seadanya bergerak ke selatan.

Banyak keluarga kembali hanya untuk memastikan kondisi rumah mereka setelah berminggu-minggu konflik.

“Kondisinya hancur dan tidak layak huni. Kami mengambil barang dan akan pergi lagi,” kata Fadel Badreddine, warga yang mengungsi dari Nabatieh.

Data awal otoritas Lebanon menyebut hampir 40.000 rumah rusak atau hancur sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Israel serang Lebanon (Antara)
Israel serang Lebanon (Antara)

Wilayah pinggiran selatan Beirut dan distrik di Lebanon selatan menjadi yang paling terdampak.

“Saya datang untuk mengecek rumah dan mengambil beberapa barang. Ternyata rusaknya parah, terkena serangan di perang sebelumnya dan sekarang,” ujar Samia Lawand.

Gencatan senjata selama 10 hari mulai berlaku sejak Kamis malam, setelah 46 hari eskalasi serangan Israel.

Namun, situasi di lapangan masih belum stabil dengan laporan penembakan artileri di beberapa wilayah seperti Beit Lif, al-Qantara, dan Toul.

Selain itu, alat berat militer Israel dilaporkan masih melakukan pembongkaran dan pembersihan lahan di sejumlah desa.

Kondisi ini membuat sebagian warga, terutama yang tinggal dekat perbatasan, belum bisa kembali.

Kerusakan infrastruktur juga memperparah keadaan.

Sejumlah jembatan yang menghubungkan wilayah selatan Sungai Litani dengan area lain dilaporkan rusak akibat serangan.

Militer Israel disebut masih menguasai sekitar 55 kota dan desa di wilayah Lebanon selatan.

Zona keamanan yang disebut garis kuning bahkan dilaporkan membentang hingga 10 kilometer dari perbatasan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan wilayah tersebut belum sepenuhnya bersih dari pejuang dan senjata.

Katz menegaskan situasi bisa diselesaikan melalui diplomasi atau operasi militer lanjutan.

Di tengah ketegangan, pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel diperkirakan akan kembali digelar dalam beberapa hari ke depan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, untuk memperkuat gencatan senjata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:08 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB