-
Pria di Louisiana menembak mati delapan anak yang mayoritas adalah darah dagingnya sendiri.
-
Tragedi ini dipicu kekerasan domestik dan menjadi penembakan massal terburuk sepanjang tahun 2024.
-
Pelaku tewas setelah dikejar polisi, sementara komunitas Shreveport kini fokus pada pemulihan trauma.
Suara.com - Tragedi berdarah yang mengguncang Shreveport, Louisiana, mencatatkan diri sebagai insiden penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat sepanjang tahun 2024.
Aksi brutal ini mengakibatkan delapan anak kehilangan nyawa setelah seorang pria melepaskan tembakan di tiga lokasi perumahan berbeda pada Minggu pagi.
Dikutip dari CNN, data dari kantor Koroner Caddo Parish mengonfirmasi bahwa korban terdiri dari tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan yang masih sangat muda.
![ilustrasi pistol, tembak, penembakan, senjata api yang menewaskan bule Australia di Bali. [Envato Elements]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/14/43767-ilustrasi-penembakan.jpg)
Rentang usia para korban yang sangat belia, yakni antara 3 hingga 11 tahun, menambah kepedihan dalam peristiwa yang terjadi di komunitas Cedar Grove tersebut.
Fakta memilukan terungkap bahwa tujuh dari delapan bocah yang tewas tersebut merupakan anak kandung dari pelaku penembakan itu sendiri.
Pihak berwenang mengidentifikasi para korban sebagai Jayla Elkins (3), Shayla Elkins (5), Kayla Pugh (6), Layla Pugh (7), Markaydon Pugh (10), Sariahh Snow (11), Khedarrion Snow (6), dan Braylon Snow (5).
Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan berhasil selamat meski mengalami luka-luka setelah nekat melompat dari atap rumah demi menghindari peluru.
Korps Polisi Shreveport menyatakan bahwa insiden ini berawal dari konflik rumah tangga yang berujung pada tindakan kekerasan bersenjata yang tidak terkendali.
Dua orang wanita dewasa juga menjadi sasaran tembakan, di mana salah satunya merupakan istri pelaku sekaligus ibu dari mayoritas anak-anak tersebut.
Perwakilan negara bagian, Tammy Phelps, menyebutkan beberapa anak sempat berusaha menyelamatkan diri melalui pintu belakang saat penembakan berlangsung secara sporadis.
Rekam Jejak Pelaku dan Pengejaran Oleh Pihak Kepolisian
Cpl. Chris Bordelon dari Kepolisian Shreveport mengidentifikasi pelaku sebagai Shamar Elkins, pria berusia 31 tahun yang memiliki sejarah pelanggaran senjata api.
“Ini adalah pemandangan yang sangat besar dengan banyak anak yang meninggal dunia,” ujar Bordelon menggambarkan situasi mengerikan di lokasi kejadian.
Elkins sebelumnya pernah terlibat kasus hukum pada tahun 2019 setelah melepaskan tembakan ke arah kendaraan di area dekat sekolah sebagai bentuk pembalasan.
Catatan militer menunjukkan pelaku sempat mengabdi di Garda Nasional Angkatan Darat Louisiana selama tujuh tahun hingga tahun 2020 tanpa riwayat penugasan luar negeri.