-
Pria di Louisiana menembak mati delapan anak yang mayoritas adalah darah dagingnya sendiri.
-
Tragedi ini dipicu kekerasan domestik dan menjadi penembakan massal terburuk sepanjang tahun 2024.
-
Pelaku tewas setelah dikejar polisi, sementara komunitas Shreveport kini fokus pada pemulihan trauma.
Pelaku akhirnya tewas diterjang timah panas petugas setelah melakukan pembajakan mobil dan aksi kejar-kejaran yang menegangkan hingga melintasi perbatasan wilayah.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyatakan bahwa peristiwa ini memberikan guncangan hebat yang dirasakan oleh seluruh warga di kota berpenduduk 180.000 jiwa tersebut.
“Ini mengguncang seluruh kota. Ini memengaruhi kita semua,” tutur Arceneaux saat merespons betapa dalamnya luka yang ditinggalkan oleh tragedi ini.
Anggota dewan kota, Tabatha H. Taylor, tidak kuasa menahan tangis dan meminta seluruh konsultan kesehatan mental untuk bersatu membantu pemulihan keluarga korban.
Kepala Polisi Shreveport, Wayne Smith, mengaku sangat terpukul dan kehilangan kata-kata melihat kekejaman yang menimpa anak-anak tidak berdosa tersebut.
“Hati saya benar-benar hancur. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana peristiwa seperti ini bisa terjadi,” ungkap Smith dengan nada penuh kesedihan.
Seruan Kedukaan dari Pemimpin Nasional dan Lokal
Ketua DPR AS, Mike Johnson, yang mewakili wilayah Shreveport, turut menyampaikan rasa duka mendalam bagi komunitas yang sedang berkabung tersebut.
“Kami mendoakan para korban, keluarga mereka, dan orang-orang terkasih, serta komunitas Shreveport kami dalam masa yang sangat sulit ini,” kata Johnson.
Superintendent Sekolah Umum Caddo Parish, Keith Burton, menekankan pentingnya menjaga anak-anak dan memberikan dukungan penuh kepada para pendidik yang terdampak.
Wali Kota Arceneaux kembali menegaskan bahwa dampak dari peristiwa tragis ini akan membekas dalam waktu yang sangat lama bagi rasa aman masyarakat.
“Ini adalah jenis momen yang meninggalkan jejak abadi — di hati kami, di pikiran kami, dan pada rasa aman kami,” pungkas sang Wali Kota.
Berdasarkan data Gun Violence Archive, penembakan di Shreveport ini merupakan satu dari setidaknya 114 insiden penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat hingga April 2024.
Statistik kriminalitas di Shreveport menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen kasus pembunuhan di wilayah tersebut berakar dari permasalahan domestik atau konflik keluarga.
Lokasi penembakan tersebar di dua rumah di sepanjang West 79th Street dan satu lokasi ketiga di Harrison Street yang kini menjadi saksi bisu tragedi tersebut.