- Banjir merendam 20 RT di Jakarta Timur pada Senin pagi akibat luapan sungai dengan ketinggian mencapai 180 sentimeter.
- Sebanyak 705 kepala keluarga terdampak di wilayah Jatinegara dan Kramat Jati, namun warga memilih tetap bertahan di rumah.
- BPBD DKI Jakarta menyiagakan petugas serta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di pesisir utara hingga 23 April.
Suara.com - Kawasan Jakarta Timur kembali dikepung banjir pada Senin (21/4) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan setidaknya 20 Rukun Tetangga (RT) terendam, dengan titik tertinggi mencapai 180 sentimeter atau hampir setinggi orang dewasa.
Hingga pukul 09.00 WIB, air belum sepenuhnya surut dan merendam pemukiman padat penduduk di sepanjang aliran sungai.
"Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 09.00 WIB, jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak tiga, sebanyak 11 RW, 20 RT," kata Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur Rangga Bima Setiawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kronologi Air Naik: Dari 20 Cm ke 1,5 Meter dalam Sekejap
Banjir mulai merangkak naik saat sebagian besar warga masih terlelap. Peningkatan debit air terjadi sangat signifikan hanya dalam hitungan jam.
"Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dengan ketinggian awal berkisar 20 hingga 50 cm. Namun, air terus meningkat hingga pagi hari di sejumlah titik," ujar Rangga.
Wilayah terdampak mencakup Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Kramat Jati. Tiga kelurahan yang menjadi titik utama genangan adalah Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan, serta sebagian wilayah Bidara Cina.
Di Kampung Melayu, tepatnya di Jalan Kebon Pala II (RW 04 dan RW 05), warga dikagetkan dengan kenaikan air yang sangat cepat. Dari semula hanya 50 cm pada pukul 03.00 WIB, melonjak drastis menjadi lebih dari 150 cm pada pukul 09.00 WIB.
Bidara Cina Tembus 1,8 Meter
Kondisi paling mengkhawatirkan terpantau di Jalan Tanjung Lengkong, Gang Macan, RW 07, Kelurahan Bidara Cina. Di lokasi ini, air sempat menyentuh level tertinggi yang membahayakan.
"Ketinggian air sempat mencapai 180 sentimeter pada pukul 07.00 WIB sebelum berangsur turun menjadi 140 sentimeter pada pukul 09.00 WIB," ucap Rangga.
Sementara itu di Kramat Jati, tepatnya di Jalan Taman Harapan dan Jalan Raya Kalibata, air bertahan di posisi 150 cm. Di titik lain seperti Cililitan, genangan bervariasi antara 30 hingga 70 cm.
Berdasarkan data BPBD, banjir ini berdampak langsung pada 705 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.259 jiwa.
![Warga berada di rumah saat banjir merendam perkampungan di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta, Jumat (23/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/18345-banjir-jakarta-jakarta-banjir-banjir.jpg)
Meski rumah mereka terendam cukup dalam, mayoritas warga memilih untuk tidak meninggalkan tempat tinggal mereka.
"Untuk sementara, belum ada warga yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air," jelas Rangga.