Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 20 April 2026 | 12:01 WIB
Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI
Kapal perang Amerika Serika USS Miguel Keith (Dok. U.S Navy Photo via Wikipedia)

Suara.com - Setelah konflik di Timur Tengah membuat jalur penting seperti Selat Hormuz terganggu, perhatian dunia perlahan beralih ke jalur lain yang tak kalah vital, yaitu Selat Malaka.

Hal ini pun menimbulkan rasa penasaran, jika tak bisa lewati Selat Hormuz, apakah Amerika Serikat mulai mengincar Selat Malaka?

Isu ini semakin disorot setelah kapal perang AS USS Miguel Keith dilaporkan melintas di perairan Indonesia di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Lalu, benarkah ini bagian dari strategi besar AS untuk menguasai jalur perdagangan dunia? Berikut ulasan lengkapnya.

Tak Bisa Lewati Selat Hormuz, Fokus Bergeser ke Selat Malaka?

Ketegangan di Selat Hormuz membuat jalur distribusi energi global tidak lagi stabil. Amerika Serikat diketahui meningkatkan tekanan terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran di kawasan tersebut.

Kondisi ini memicu perhatian baru terhadap jalur lain yang tak kalah penting, yaitu Selat Malaka.

Di saat yang sama, muncul perkembangan baru berupa kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Mengutip The Daily Star, kesepakatan ini memberikan akses operasional yang lebih luas bagi pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia. Secara resmi, kerja sama ini disebut sebagai upaya memperkuat hubungan pertahanan.

Namun, banyak pihak menilai ada dampak strategis yang lebih luas. Dengan akses tersebut, Amerika Serikat berpotensi meningkatkan kemampuan pengawasan dan jangkauan operasionalnya di sekitar Selat Malaka.

Selat Malaka sendiri memiliki peran yang sangat besar. Tidak hanya untuk distribusi minyak, tetapi juga perdagangan barang seperti elektronik, mesin, dan komponen industri.

Jalur ini menjadi andalan banyak negara Asia, terutama China, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari rute ini.

Inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa fokus kekuatan besar, termasuk Amerika Serikat, mulai bergeser ke kawasan Indo-Pasifik, termasuk Selat Malaka.

Kapal Perang AS Terdeteksi di Perairan Indonesia

Di tengah situasi tersebut, kapal perang Amerika Serikat, USS Miguel Keith, terdeteksi melintas di perairan Indonesia, tepatnya di sekitar timur Belawan, Sumatra Utara.

Kapal ini terpantau bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 13 knot. Kemunculannya pun langsung menarik perhatian publik, terutama karena waktunya bertepatan dengan meningkatnya ketegangan global.

Banyak yang kemudian mengaitkan kehadiran kapal ini dengan operasi militer Amerika Serikat yang disebut-sebut sedang memburu kapal-kapal yang terafiliasi dengan Iran, bahkan hingga ke kawasan Indo-Pasifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

News | Senin, 20 April 2026 | 07:02 WIB

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

News | Senin, 20 April 2026 | 06:29 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB