Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis

Bangun Santoso

Senin, 20 April 2026 | 14:45 WIB
Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis
Sosok Agrapinus Rumatora alias Nus Kei saat menjadi saksi sidang kasus John Kei di PN Jakbar. (Suara.com/Arga)
  • Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun pada 19 April 2026.
  • Polisi telah menangkap dua pelaku penikaman, salah satunya merupakan seorang atlet MMA nasional, guna penyelidikan motif lebih lanjut.
  • Peristiwa ini diduga berkaitan dengan perselisihan keluarga berkepanjangan antara Nus Kei dan keponakannya, John Kei, sejak tahun 2020.

Suara.com - Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal dengan nama Nus Kei, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026). Sosok yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara ini menjadi korban penikaman di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, sesaat setelah Nus Kei tiba dari Jakarta.

Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Nus Kei adalah tokoh politik lokal yang aktif dan berpengaruh di Maluku Tenggara.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Pihak kepolisian telah bergerak cepat dalam menangani kasus ini, dengan berhasil mengamankan dua terduga pelaku dalam waktu singkat.

Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan paman dari John Kei ini.

Akar Konflik: Dendam Penjualan Tanah Ambon

Kematian Nus Kei seolah menjadi puncak dari rangkaian ketegangan panjang yang melibatkan hubungan keluarga antara paman dan keponakan. Jejak perseteruan antara Nus Kei dan John Kei bukanlah hal baru di mata publik.

Konflik ini mencuat secara masif pada tahun 2020, yang dilatarbelakangi oleh permasalahan pribadi terkait ketidakpuasan dalam pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon.

Dalam catatan perselisihan tersebut, John Kei merasa dikhianati oleh Nus Kei terkait pembagian hasil transaksi tanah tersebut. Ketidaksepakatan ini memicu gelombang kekerasan yang cukup besar di wilayah Jabodetabek beberapa tahun silam.

John Kei disebut-sebut sempat memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Nus Kei karena rasa sakit hati yang mendalam.

Perseteruan ini menunjukkan bahwa hubungan darah tidak menjadi jaminan keharmonisan ketika sudah bersinggungan dengan masalah materi dan kepercayaan.

Serangan Berdarah di Cipondoh 2020

Sebelum insiden maut di Maluku Tenggara ini terjadi, Nus Kei sudah berulang kali menjadi target kekerasan. Pada tahun 2020, kelompok anak buah John Kei melakukan tindakan perusakan dan percobaan pembunuhan terhadap Nus Kei di kediamannya yang berlokasi di Cipondoh, Tangerang.

Dalam insiden yang mencekam tersebut, rumah Nus Kei diserang secara brutal, yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan trauma mendalam bagi keluarga yang berada di lokasi.

Konflik tahun 2020 itu menjadi bukti nyata betapa tajamnya perselisihan antara paman dan keponakan ini. Meski sempat diproses secara hukum dan menyeret John Kei kembali ke balik jeruji besi, api permusuhan tampaknya tidak benar-benar padam.

Dinamika hubungan keduanya selalu menjadi perhatian aparat keamanan karena potensi eskalasi kekerasan yang bisa melibatkan massa dari kedua belah pihak.

Kronologi Penikaman di Bandara

Insiden berdarah yang akhirnya merenggut nyawa Nus Kei bermula ketika ia baru saja mendarat menggunakan pesawat dari Jakarta. Saat sedang berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya yang telah menjemput, maut datang menjemput.

Secara tiba-tiba, seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekat, lalu melakukan penyerangan secara membabi buta dengan menggunakan sebilah pisau.

Nus Kei mengalami empat luka tusuk yang sangat fatal di bagian dada, leher, dan punggung. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari kembali ke dalam ruang tunggu bandara, namun ia ambruk akibat pendarahan hebat yang tidak terkendali.

Meskipun tim medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun telah berupaya maksimal, Nus Kei dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara sendiri sebenarnya bertujuan untuk menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan pada 23 April 2026.

Keterlibatan Atlet MMA

Dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian, jajaran Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua terduga pelaku penikaman. Kedua pelaku diketahui berinisial HR (28) dan FU (36).

Fakta mengejutkan terungkap bahwa salah satu pelaku, yakni HR, merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) nasional yang kerap tampil dalam berbagai ajang pertarungan tingkat nasional.

Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara untuk menggali lebih dalam apakah ada instruksi dari pihak lain atau murni inisiatif pribadi.

Mengenai motif penyerangan, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menyatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik.

"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri, serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi."

Situasi di Maluku Tenggara kini dalam pengawasan ketat aparat untuk mencegah terjadinya konflik susulan yang melibatkan massa pendukung Nus Kei maupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perseteruan masa lalunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nus Kei Siapanya John Kei? Ini Silsilah Keluarga dan Riwayat Konfliknya

Nus Kei Siapanya John Kei? Ini Silsilah Keluarga dan Riwayat Konfliknya

News | Senin, 20 April 2026 | 14:26 WIB

Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020

Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020

News | Senin, 20 April 2026 | 12:48 WIB

Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

News | Senin, 20 April 2026 | 12:14 WIB

WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga

WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga

News | Senin, 20 April 2026 | 12:04 WIB

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:45 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik

Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:41 WIB

AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam

AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:33 WIB

Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan

Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:27 WIB

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:23 WIB

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:10 WIB

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:06 WIB

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:58 WIB

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:47 WIB

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:41 WIB

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:40 WIB