- Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, tewas ditikam orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
- Polres Maluku Tenggara telah menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU untuk menjalani pemeriksaan hukum secara intensif.
- Sekjen DPP Partai Golkar menuntut kepolisian mengusut tuntas motif penikaman dan menginstruksikan seluruh kader agar tidak terprovokasi spekulasi.
Suara.com - Partai Golkar berduka sekaligus meradang atas insiden maut yang merenggut nyawa Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Tokoh politik daerah ini tewas secara tragis usai ditikam orang tak dikenal tepat di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026) siang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji meminta aparat kepolisian dapat mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.
"Kami sangat berduka, sedih, dan marah atas peristiwa ini. Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," ujar Sarmuji kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Hingga kekinian, DPP Golkar mengaku belum mendapatkan gambaran utuh apakah penikaman tersebut berkaitan dengan urusan internal partai, persaingan politik panas di daerah, atau murni masalah pribadi.
Sarmuji meminta publik dan kader untuk tidak menebak-nebak sebelum ada fakta hukum yang jelas.
"Motifnya lagi didalami aparat kepolisian. Siapanya (pelaku secara detail) dan motifnya saya belum jelas," katanya.
Sarmuji pun mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh kader Golkar agar tidak terprovokasi oleh spekulasi liar yang berkembang di media sosial maupun di lapangan.
"Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," pesannya.
![Ketua Partia Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei bersama menteri Bahlil [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/19/63501-ketua-partia-golkar-maluku-tenggara-nus-kei-bersama-menteri-bahlil.jpg)
Dua Pelaku Ditangkap
Tragedi ini bermula ketika Nus Kei baru saja mendarat di Maluku Tenggara setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta.
Sekitar pukul 11.25 WIT, saat hendak melangkah keluar dari area bandara, korban disergap oleh pelaku.
Respons cepat ditunjukkan Polres Maluku Tenggara. Di bawah komando langsung Kapolres AKBP Rian Suhendi, polisi berhasil menciduk dua terduga pelaku hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian.
"Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36)," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi.
Kekinian, HR dan FU tengah menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian.
Belum diketahui, apakah penikaman sang tokoh politik ini merupakan pembunuhan berencana yang didalangi aktor intelektual tertentu, ataukah aksi spontan yang dipicu masalah lain.