Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

Galih Prasetyo | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 14:58 WIB
Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali
Pemerintah Iran mengungkap jumlah korban tewas akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel mencapai 3.375 orang. [BBC]
  • Pemerintah Iran mencatat 3.375 korban jiwa akibat konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel selama 40 hari.
  • Serangan udara di berbagai wilayah Iran menyebabkan kerusakan luas serta menewaskan banyak warga sipil dan anak-anak.
  • Presiden Donald Trump menawarkan perundingan di Pakistan, namun Iran menolak karena masih adanya blokade laut ilegal.

Suara.com - Pemerintah Iran mengungkap jumlah korban tewas akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel mencapai 3.375 orang.

Data ini disampaikan Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran, Abbas Masjedi, setelah 40 hari konflik berlangsung.

Masjedi menyebut mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk anak-anak, lansia, dan pekerja sipil.

Dari total korban, 2.875 adalah pria dan 496 perempuan, sementara empat jenazah masih belum teridentifikasi hingga kini.

Masjedi juga mengungkap sekitar 40 persen jenazah awalnya tidak dapat dikenali akibat jenis bom dan rudal yang digunakan.

“Namun, tim forensik berhasil mengidentifikasi sebagian besar korban dan menyerahkannya kepada keluarga,” ujarnya dilansir dari Tasnim News, Senin (20/4).

Salah satu insiden paling memilukan terjadi di kota Minab, selatan Iran, ketika serangan menghantam sebuah sekolah dasar.

Lebih dari 160 anak dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.
Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.

Konflik pecah sejak 28 Februari setelah serangkaian serangan besar-besaran yang menargetkan berbagai wilayah di Iran.

Serangan udara disebut menghantam fasilitas militer hingga area sipil, memicu kerusakan luas.

Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target AS dan Israel di kawasan.

Eskalasi ini akhirnya mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan diberlakukan pada 8 April selama dua pekan.

Terbaru, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, untuk membuka peluang perundingan dengan Iran.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik AS-Israel dengan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz.

Trump menyebut pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung awal pekan ini, meski belum merinci siapa saja yang akan mewakili Washington.

Sebelumnya, perundingan putaran pertama yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.

Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Iran jika menolak tawaran AS.

“Kami menawarkan kesepakatan yang adil. Jika tidak diterima, Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran,” tulis Trump di akun media sosial miliknya seperti dilansir dari Aljazeera.

Namun, respons Teheran justru berseberangan. Pemerintah Iran melalui media resminya menyatakan belum ada keputusan untuk mengirim delegasi ke Pakistan selama blokade laut oleh AS masih berlangsung.

Iran bahkan disebut tengah mempertimbangkan menolak rencana perundingan tersebut.

Mereka menilai tuntutan Washington berlebihan, tidak realistis, serta berubah-ubah, ditambah keberlanjutan blokade laut yang dianggap melanggar gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut blokade AS sebagai tindakan ilegal.

“Ini pelanggaran gencatan senjata dan tindakan kriminal yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 14:47 WIB

Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi

Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi

News | Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB

Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi

Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi

News | Senin, 20 April 2026 | 13:29 WIB

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

News | Senin, 20 April 2026 | 13:02 WIB

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

News | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Dipecat dan Ditahan! Begini Tampang AKP Deky 'Beking' Bandar Narkoba Pakai Baju Tahanan Nomor 38

Dipecat dan Ditahan! Begini Tampang AKP Deky 'Beking' Bandar Narkoba Pakai Baju Tahanan Nomor 38

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tampang Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Sasiang Ditahan Bareskrim, Jadi Beking Bandar

Tampang Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Sasiang Ditahan Bareskrim, Jadi Beking Bandar

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:30 WIB

Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras

Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:16 WIB

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:03 WIB

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:46 WIB

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:40 WIB

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB