- Kapal induk USS Gerald Ford milik Angkatan Laut AS mengalami kendala teknis pada sistem sanitasi saat bertugas.
- Gangguan sistem toilet vakum tersebut memicu masalah operasional dan membutuhkan biaya perbaikan mencapai jutaan dolar AS.
- Penyumbatan sistem sanitasi disebabkan oleh teknologi ramah lingkungan serta penggunaan toilet yang tidak sesuai prosedur awak.
Suara.com - Perang AS-Iran mengungkap fakta tak mengenakkan bagi militer Amerika Serikat. Pasalnya, kapal induk mereka yakni USS Gerald Ford sempat mengalami masalah teknis yakni tak berfungsinya toilet.
USS Gerald Ford beberapa waktu lalu sempat ditarik keluar dari zona perang lantaran dihantam berbagai masalah teknis.
Salah satu yang jadi sorotan ialah masalah teknis di sistem sanitasi. Kondisi tersebut sempat membuat para prajurit AS harus rela mengantri untuk buang air besar alias BAB.
Dilansir dari Dailymail, rusaknya sistem sanitasi kapal sepanjang 1100 kaki itu bisa berpotensi tidak dapat beroperasi hingga satu tahun.
Menariknya dari laporan sejumlah media AS, masalah sistem sanitasi yang telah terjadi sejak 2020 menjadi salah satu penyebab utama, dengan biaya perbaikan yang telah menembus jutaan dolar.
![Perang AS-Iran mengungkap fakta tak mengenakkan bagi militer Amerika Serikat. Pasalnya, kapal induk mereka yakni USS Gerald Ford sempat mengalami masalah teknis yakni tak berfungsinya toilet. [NY Post]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/95391-toilet-uss-gerald-ford.jpg)
Analis angkatan laut Steve Wills mengungkap bahwa rusaknya sanitasi di USS Gerald Ford disebabkan toilet ramah lingkungan yang baru digunakan.
Teknologi ramah lingkungan yang digunakan justru dinilai menyulitkan perawatan dan kerap menyebabkan penyumbatan.
“Toilet ramah lingkungan itu tidak memiliki tekanan yang cukup, sehingga tidak dapat membuang limbah dengan baik,” ujarnya.
Wills menilai desain sistem tersebut justru menjadi titik lemah dalam operasional kapal.
Pihak Angkatan Laut AS mengakui sebagian gangguan dipicu oleh penggunaan yang tidak sesuai prosedur oleh awak kapal.
“Satu orang saja bisa menyebabkan masalah besar jika sistem disalahgunakan,” ujar komandan kapal, Kapten David Skarosi.
Sementara itu dilansir dari Globe Times, seorang pejabat Angkatan Laut AS mengungkapkan bahwa sistem limbah berbasis vakum di kapal mengalami gangguan hampir setiap hari.
Sistem yang melayani sekitar 650 toilet itu kerap tersumbat dan membutuhkan perbaikan rutin.
Laporan menyebut penyumbatan dipicu berbagai benda asing yang dibuang ke dalam toilet, mulai dari pakaian hingga tali.
“Masalah kecil pada satu titik bisa berdampak ke seluruh sistem,” tulis laporan media AS itu.