Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 April 2026 | 15:23 WIB
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
Patung Yesus dihancurkan tentara Israel (Times of Israel)
baca 10 detik
  • IDF mengonfirmasi tentara Israel terbukti menghancurkan patung Yesus di wilayah Lebanon Selatan.

  • Menlu Israel meminta maaf secara resmi kepada umat Kristen atas aksi memalukan tersebut.

  • Militer berjanji memberikan sanksi tegas dan membantu restorasi patung yang dirusak pelaku.

Suara.com - Militer Israel (IDF) secara resmi mengakui keterlibatan anggotanya dalam aksi vandalisme yang menargetkan simbol agama Kristen di Lebanon Selatan.

Konfirmasi ini muncul setelah sebuah foto yang menunjukkan seorang serdadu menghancurkan patung Yesus menggunakan martil besar viral di platform digital.

Dikutip dari Times Of Israel, kejadian yang terjadi di tengah gencatan senjata ini membuka tabir baru mengenai disiplin internal pasukan di tengah konflik regional yang panjang.

Juru bicara IDF, Letkol Nadav Shoshani, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi mendalam melalui saluran X tak lama setelah bukti visual tersebut menyebar.

Berdasarkan tinjauan awal, militer memastikan bahwa sosok dalam gambar tersebut memang prajurit aktif yang sedang bertugas di wilayah Lebanon.

“IDF memandang insiden ini dengan tingkat keparahan yang tinggi dan menekankan bahwa perilaku tentara tersebut sepenuhnya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya,” tegas pihak militer.

Aksi destruktif ini diketahui berlokasi di Debel, sebuah desa berpenduduk mayoritas Kristen yang menjadi area operasi IDF melawan kelompok Hizbullah.

Komando Utara Israel kini sedang memproses kasus ini melalui rantai komando resmi guna menentukan langkah hukum yang proporsional bagi pelaku.

Pemerintah Israel juga menyatakan komitmennya untuk membantu komunitas Kristen setempat dalam upaya merestorasi kembali patung suci tersebut.

baca juga

“Langkah-langkah yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai dengan temuan yang ada,” tambah pernyataan resmi dari pihak IDF.

Permintaan Maaf Diplomatik dari Yerusalem

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, turut memberikan respons keras dengan menyebut tindakan anak buahnya tersebut sebagai sebuah perbuatan yang sangat memalukan.

Melalui saluran komunikasi resmi, Sa’ar menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh umat Kristiani yang merasa terluka atas insiden provokatif tersebut.

“Saya yakin bahwa tindakan tegas yang diperlukan akan diambil terhadap siapa pun yang melakukan tindakan buruk ini,” tulis Sa’ar melalui akun media sosial pribadinya.

Beliau menegaskan bahwa Israel tetap menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama serta menghormati setiap simbol suci yang ada.

“Tindakan memalukan ini sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai kami. Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap orang Kristen yang perasaannya tersakiti,” lanjut sang menteri.

Insiden di Lebanon ini menambah daftar panjang laporan mengenai perilaku tidak pantas, penjarahan, serta perusakan properti oleh personel militer Israel.

Sebelumnya, pengacara top IDF, Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi, pernah memberikan peringatan keras kepada para komandan mengenai fenomena perilaku ilegal di medan tempur.

Tomer-Yerushalmi menyoroti adanya “pernyataan tidak pantas yang mendorong fenomena yang tidak dapat diterima; penggunaan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap tahanan; penjarahan, yang mencakup penggunaan atau pengambilan properti pribadi untuk tujuan non-operasional; dan penghancuran properti sipil yang bertentangan dengan protokol.”

Sentimen negatif ini semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan antara otoritas Israel dengan para pemimpin gereja di Yerusalem belakangan ini.

Sejumlah yayasan internasional bahkan telah mulai mengumpulkan bukti-bukti dari media sosial untuk menyeret oknum prajurit ke pengadilan pidana internasional.

Peristiwa perusakan patung ini meletus hanya beberapa hari setelah Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata yang bersifat sementara.

Konflik bersenjata di wilayah tersebut kembali memanas sejak awal Maret 2026, yang memicu operasi darat besar-besaran oleh pasukan pertahanan Israel ke wilayah Lebanon.

Meskipun kesepakatan damai parsial telah tercapai, situasi di lapangan masih sangat cair dengan adanya ancaman bahan peledak yang masih tersebar.

Ketegangan agama juga sempat memuncak saat polisi Israel membatasi akses tokoh-tokoh tinggi Katolik untuk berdoa di Gereja Makam Kudus pada perayaan Minggu Palem.

Pemerintah Israel berupaya meredam kemarahan publik internasional agar isu sensitif ini tidak berkembang menjadi konflik sektarian yang lebih luas di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Perempuan Iran Turun ke Jalan, Sumpah Setia ke Mojtaba Khamenei Menggema

Ribuan Perempuan Iran Turun ke Jalan, Sumpah Setia ke Mojtaba Khamenei Menggema

News | Senin, 20 April 2026 | 15:16 WIB

Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi

Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:07 WIB

Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

News | Senin, 20 April 2026 | 14:58 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×