Lawan Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI: Fokus Tindak Pelakunya, Bukan Salahkan Korban

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 17:19 WIB
Lawan Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI: Fokus Tindak Pelakunya, Bukan Salahkan Korban
Suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Dian Latifah]
  • PT KAI menyosialisasikan pentingnya ruang aman bagi penumpang dari kekerasan seksual di Stasiun Pasar Senen pada 21 April 2026.
  • KAI menerapkan sanksi daftar hitam bagi pelaku pelecehan serta menyediakan pendampingan hukum dan pemulihan trauma bagi para korban.
  • Investasi teknologi CCTV dan pengaturan kursi khusus perempuan dilakukan KAI untuk meningkatkan keamanan seluruh penumpang.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang aman bagi seluruh penumpang dari tindak kekerasan seksual.

Dalam diskusi sosialisasi bertajuk "Saatnya Kartini Masa Kini Berani Bersuara Melawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual" yang digelar di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4/2026), KAI menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat agar berhenti menyalahkan atribut korban.

VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap stigma yang sering menyudutkan korban kekerasan seksual, terutama terkait cara berpakaian atau waktu perjalanan.

Menurutnya, keamanan adalah hak mutlak setiap individu.

"Yang pertama saya atas nama pribadi juga tidak setuju kalau kita hanya berbicara objek Seksi korban, seksi pakaian. Kalau saya pribadi itu harus aman, itu tujuannya," kata Anne, Selasa (21/4/2026).

"Mau pakaiannya itu tertutup dari atas sampai ke bawah atau mungkin ada yang sedikit terbuka, harus aman di kereta api," katanya menambahkan.

Anne menambahkan bahwa data di lapangan menunjukkan kejadian pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, termasuk laki-laki dan perempuan yang berpakaian sangat tertutup.

Ia mencontohkan kasus viral di KRL di mana korban adalah seorang perempuan berhijab yang duduk berhadapan dengan pelaku, bukan dalam kondisi berdesak-desakan.

"Tapi pada kenyataan yang viral kemarin itu hadap-hadapan. Penumpang yang berhadapan adalah perempuan yang menggunakan hijab mohon maaf tertutup semuanya. Jadi seksi itu apa untuk pelecehan seksual? Yang kita bahas adalah pelakunya jangan objek korbannya," tambahnya.

Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels]
Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels]

Sanksi Tegas dan Sistem Black List

Sebagai langkah nyata, PT KAI telah membangun sistem untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Anne mengungkapkan bahwa meskipun banyak laporan yang mengungkapkan pelecehan seksual lebih kecil dibandingkan total jutaan suara pelanggan per tahun, KAI tetap mengambil tindakan tanpa toleransi.

"Satu, di komuter siapa pun pelaku pelecehan seksual yg telah dan sudah terdeteksi tidak boleh masuk stasiun dan tidak boleh naik KRL, Karena tujuannya membuat kami pelanggan kami harus aman, perempuan atau laki-laki, sehingga KAI memberanikan diri melakukan black list terhadap siapa pun yang melakukan pelecehan seksual," jelasnya.

Untuk kereta api jarak jauh, KAI menyediakan fitur pilihan kursi yang memungkinkan penumpang perempuan untuk memilih duduk bersebelahan dengan sesama perempuan.

Selain itu, KAI juga menyediakan layanan aduan 24 jam melalui nomor 021-121.

Pendampingan Hukum dan Trauma Healing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 20:22 WIB

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

News | Senin, 20 April 2026 | 14:36 WIB

Dilema Cancel Culture: Kenapa Sulit Membenci Publik Figur yang Bersalah?

Dilema Cancel Culture: Kenapa Sulit Membenci Publik Figur yang Bersalah?

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 15:25 WIB

Terkini

DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas

DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:19 WIB

Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!

Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:13 WIB

Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi

Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:03 WIB

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:57 WIB

Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil

Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:53 WIB

Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon

Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:51 WIB

Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan

Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:50 WIB

Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:48 WIB

Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat

Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:46 WIB

KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong

KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:42 WIB