Studi: Listrik Bersih Asia Tumbuh 37 Persen, Surya dan Angin Jadi Penggerak Utama

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 April 2026 | 16:15 WIB
Studi: Listrik Bersih Asia Tumbuh 37 Persen, Surya dan Angin Jadi Penggerak Utama
Ilustrasi energi surya untuk kehidupan manusia. (pixabay/fietzfotos)

Suara.com - Di tengah krisis iklim dan lonjakan kebutuhan listrik global, ketergantungan pada energi fosil masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara. Namun, data terbaru menunjukkan pergeseran mulai terjadi—dengan energi bersih kian mendominasi pertumbuhan listrik dunia.

Laporan terbaru Ember bertajuk Global Electricity Review 2025 mencatat, lonjakan kapasitas tenaga surya dan angin mendorong pertumbuhan listrik bersih di Asia hingga 37% sepanjang tahun 2025.

Energi Terbarukan Tembus Sepertiga Listrik Global

Dalam laporan tersebut, Ember menganalisis data kelistrikan dari 215 negara, termasuk 91 negara yang mewakili 93 persen permintaan listrik global.

Hasilnya, energi terbarukan, seperti surya, angin, dan air, menyumbang 33,8 persen dari total pembangkitan listrik global pada 2025. Ini menjadi pertama kalinya porsi energi bersih melampaui sepertiga produksi listrik dunia dan bahkan menyalip batu bara.

Sebaliknya, pembangkitan listrik dari batu bara turun ke 33,0 persen atau sekitar 10.476 TWh, angka terendah dalam sejarah pencatatan.

Tenaga Surya Jadi Motor Utama

Pertumbuhan ini didorong terutama oleh tenaga surya. Sepanjang 2025, listrik dari tenaga surya meningkat 636 TWh menjadi 2.778 TWh, atau naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tenaga surya bahkan menyumbang 75 persen dari total pertumbuhan permintaan listrik global.

Dalam jangka panjang, peningkatan ini sangat signifikan. Sejak 2015, pembangkitan listrik tenaga surya global telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat.

Perkembangan ini juga diperkuat oleh teknologi penyimpanan energi. Pada 2025, kapasitas baterai global meningkat 46 persen menjadi sekitar 250 GWh—cukup untuk mengalihkan 14 persen produksi listrik surya dari siang hari ke waktu lain.

China dan India Mulai Tekan Fosil

Laporan ini juga menyoroti perubahan penting di dua negara dengan konsumsi listrik terbesar, China dan India. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, pembangkitan listrik berbasis fosil di kedua negara tersebut menurun.

Di China, listrik fosil turun 56 TWh (-0,9%), sementara di India turun 52 TWh (-3,3%). Penurunan ini terjadi karena peningkatan tajam pada energi surya, angin, serta tenaga air, yang bahkan melampaui pertumbuhan permintaan listrik.

Energi Bersih Lampaui Pertumbuhan Permintaan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB

Energi Surya Jadi Andalan, RI Kejar Target Jumbo 100 GW PLTS

Energi Surya Jadi Andalan, RI Kejar Target Jumbo 100 GW PLTS

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 10:19 WIB

4 Energi Alternatif Pengganti Solar yang Ramah Lingkungan, Solusi saat Harga Melejit

4 Energi Alternatif Pengganti Solar yang Ramah Lingkungan, Solusi saat Harga Melejit

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 07:05 WIB

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:00 WIB