Secara global, pembangkitan listrik rendah karbon meningkat 887 TWh pada 2025—lebih tinggi dibandingkan kenaikan permintaan listrik yang mencapai 849 TWh.
Direktur Pelaksana Ember, Aditya Lolla, menyebut tren ini sebagai perubahan struktural dalam sistem energi global.
“Tenaga surya menjadi pendorong utama perubahan dalam sistem ketenagalistrikan global. Dikombinasikan dengan penyimpanan baterai, ini membuka jalan bagi listrik bersih yang dapat diperluas dengan cepat dan tersedia sepanjang waktu,” ujarnya.
Arah Baru Ketahanan Energi
Selain mengurangi emisi, pertumbuhan energi bersih juga mulai membentuk ulang ketahanan energi global. Banyak negara kini mampu mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, sekaligus menekan biaya energi.
Dengan tren ini, energi bersih tidak lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi fondasi utama dalam memenuhi kebutuhan listrik dunia yang terus meningkat.