Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 22 April 2026 | 16:21 WIB
Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB
Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]

Suara.com - Kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan membawa kedamaian ke Jalur Gaza nyatanya berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini merilis data mengkhawatirkan yang menunjukkan lonjakan drastis dalam intensitas serangan dan kekerasan selama kurun waktu satu minggu terakhir.

Belum genap 6 bulan sejak gencatan senjata resmi dimulai pada 10 Oktober 2025, aktivitas kekerasan telah mencapai puncaknya dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Angka ini memicu keprihatinan mendalam dari komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan yang telah berusaha membantu penduduk Gaza yang terluka selama lebih dari dua tahun perang. Lantas bagaimana penjelasan lengkapnya? Berikut telah Suara.com rangkum dari Middle East Monitor.

Lonjakan Kekerasan Mencapai Rekor Tertinggi

Foto satelit kediaman Pemimpin Besar Iran Ayatolla Ali Khamenei di Teheran yang hancur dirudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [Airbus/Soar Atlas]
Foto satelit kediaman Pemimpin Besar Iran Ayatolla Ali Khamenei di Teheran yang hancur dirudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [Airbus/Soar Atlas]

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengumumkan dalam konferensi pers resmi pada hari Selasa bahwa data terkini dari mitra organisasi di lapangan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Periode antara 12 hingga 18 April, serangan berbentuk tembakan senjata, pengeboman, dan penyerangan udara meningkat sebesar 46 persen jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Angka ini bukan sekadar statistik biasa. Ini adalah rekor tertinggi yang dicatat sejak perjanjian penghentian peperangan mulai berlaku 6 bulan lalu.

Artinya, meskipun sudah ada kesepakatan formal untuk berhenti berperang, intensitas kekerasan justru terus meningkat dan kini mencapai titik paling kritis.

"Laporan dari mitra kami di medan perang menunjukkan peningkatan insiden sebesar 46 persen dibandingkan minggu sebelumnya, yang merupakan total mingguan tertinggi sejak perjanjian gencatan senjata Oktober dimulai," ujar Dujarric dalam pernyataannya.

Wilayah Terparah Mengalami Peningkatan Drastis

Data PBB mengidentifikasi 3 wilayah administratif Gaza yang menjadi pusat dari lonjakan kekerasan ini.

Pemerintah Utara Gaza (North Gaza), Kota Gaza (Gaza City), dan Deir al Balah dilaporkan mengalami peningkatan insiden paling tajam dibandingkan wilayah lainnya.

Ketiga daerah ini telah menjadi zona pertempuran berulang selama periode gencatan senjata. Warga sipil di lokasi-lokasi ini menghadapi risiko konstan dari berbagai bentuk serangan, dari pertukaran tembakan hingga pengeboman yang menyasar instalasi militer sekaligus pemukiman penduduk.

Peningkatan kekerasan di area-area ini tercermin dalam laporan medisinnya. Rumah sakit yang masih beroperasi di ketiga wilayah tersebut melaporkan lonjakan kedatangan pasien cedera dan korban tewas dalam jangka waktu yang sama dengan peningkatan insiden kekerasan.

Bom Tak Meledak Menjadi Ancaman Serius

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 15:48 WIB

Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:40 WIB

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB