Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

Muhammad Yasir

Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
Dokter dan ahli gizi, dr. Tan Shot Yen dalam diskusi bertajuk "Pemenuhan Hak Anak, Pangan, Kesehatan, dan Rasa Aman Dalam Tata Kelola MBG" di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Tsabita]
  • dr. Tan Shot Yen meminta program Makan Bergizi Gratis fokus pada edukasi pangan lokal dibandingkan produk olahan pabrik.
  • Pemerintah didorong membangun kemandirian gizi dan mematuhi aturan pelarangan promosi susu formula sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28.
  • Ibu hamil dan anak disarankan mengonsumsi pangan utuh bergizi tinggi daripada terpaku pada produk susu olahan industri.

Suara.com - Dokter dan ahli gizi, dr. Tan Shot Yen, memberikan peringatan keras agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terjebak dalam ketergantungan pada produk industri.

Ia menegaskan pemenuhan hak anak atas pangan harus berbasis pada edukasi makanan lokal dan pola makan sehat alami, bukan sekadar membagikan produk olahan pabrik.

Dalam diskusi bersama Komnas HAM bertajuk "Pemenuhan Hak Anak, Pangan, Kesehatan, dan Rasa Aman Dalam Tata Kelola MBG", Tan juga mengingatkan bahwa misi Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya membangun kemandirian gizi.

“Dikatakan bahwa salah satu program dari MBG ini adalah pendidikan untuk bisa membuat makanan lokal dan sebagainya," ujar Tan dalam forum tersebut, Rabu (22/4/2026).

Dalam diskusi tersebut, Tan turut menyoroti maraknya pelanggaran dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 secara tegas melarang promosi susu formula guna melindungi hak ibu untuk menyusui.

Ia juga memperingatkan bahwa susu formula memiliki fungsi medis spesifik dan bukan untuk dikonsumsi karena alasan tren atau kenyamanan.

"Susu formula itu harus digunakan sesuai tupoksinya. Tupoksinya bukan karena tidak keluar ASI. Tupoksinya adalah ada indikasi ibu atau bayi, indikasi ibu misalnya, ibu tidak mampu memberikan ASI karena apa? karena masalah penyakit misalnya," tegasnya.

Menurutnya, bagi anak di atas usia satu tahun, asupan protein hewani dari sumber pangan utuh jauh lebih krusial dibandingkan susu olahan.

"Anak seharusnya mendapatkan asupan protein dari telur, ayam, ikan, atau daging," jelasnya.

MBG untuk ibu hamil di Sukoharjo. [Istimewa]
MBG untuk ibu hamil di Sukoharjo. [Istimewa]

Susu Ibu Hamil Hanya Gimmick

Kritik paling tajam dilontarkan Tan terkait produk susu khusus ibu hamil yang masif dipasarkan di Indonesia.

Ia menyebut produk tersebut sebagai strategi pemasaran industri yang tidak ditemukan di negara-negara dengan standar kesehatan tinggi seperti Jepang atau Swiss.

"Perkara susu ibu hamil, itu memang agak gimmick. Ya, karena apa? Di luar negeri itu kalau memang kamu butuh susu ya minum saja susu pada umumnya, susu literan itu ya kan, yang nggak pakai rasa-rasa gitu lho ya. Nah, kalau butuh suplementasi, ya kita pisahkan dong antara makanan dengan suplementasi," ungkap Tan.

Ia mendorong pemerintah untuk kembali pada panduan resmi “Isi Piringku” yang telah mencakup kebutuhan gizi lengkap bagi ibu hamil dan menyusui melalui bahan makanan alami yang tersedia di pasar tradisional.

“Ikuti saja pola makan yang sehat seimbang, itu aja gitu, nggak usah pakai industri harus cawe-cawe sampai sebegitu nafsunya bikin apa produk-produk baru," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG

Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG

News | Rabu, 22 April 2026 | 15:30 WIB

Anggaran Cuma Rp2,9 M, BPOM Tak Sanggup Awasi Keamanan Menu MBG

Anggaran Cuma Rp2,9 M, BPOM Tak Sanggup Awasi Keamanan Menu MBG

News | Senin, 20 April 2026 | 14:10 WIB

MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!

MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:28 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB