2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 April 2026 | 17:37 WIB
2 Warga Palestina Ditembak Mati di Sekolah, 1 Korban Anak-anak
Penembakan brutal oleh pemukim Israel di sekolah desa Al-Mughayyir menewaskan dua warga Palestina. (MME)
  • Pemukim Israel menembak mati siswa remaja dan warga dewasa di sekolah Ramallah.

  • Serangan di Al-Mughayyir melibatkan pelaku berseragam militer dengan dukungan tentara infanteri.

  • Intensitas kekerasan pemukim di Tepi Barat melonjak tajam sejak akhir tahun lalu.

Suara.com - Institusi pendidikan di Tepi Barat kini bertransformasi menjadi zona tempur yang mematikan bagi warga sipil.

Penyerangan brutal oleh kelompok pemukim Israel di sekolah desa Al-Mughayyir telah merenggut nyawa dua penduduk lokal.

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi identitas korban tewas adalah remaja berusia 14 tahun dan pria dewasa.

Seorang anak laki-laki Palestina duduk ketika orang-orang memeriksa kehancuran menyusul serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]
Seorang anak laki-laki Palestina duduk ketika orang-orang memeriksa kehancuran menyusul serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]

Peristiwa ini menandai eskalasi serius di mana fasilitas pendidikan menjadi sasaran langsung tembakan peluru tajam.

Laporan dari MME, medis menyebutkan setidaknya empat orang lainnya mengalami luka-luka serius akibat serangan bersenjata tersebut.

Serangan ini bermula saat sekelompok orang berpakaian seragam militer mencoba mengusir petani dari lahan mereka.

Situasi memanas ketika kelompok bersenjata tersebut bergerak menuju area sekolah di timur laut Ramallah.

Saksi mata melaporkan bahwa para penyerang mendapatkan perlindungan dari infanteri tentara Israel selama aksi berlangsung.

Warga desa yang mencoba melindungi para siswa justru disambut dengan rentetan tembakan dari jarak dekat.

Aws Hamdi al-Nassan yang masih berusia belia ditemukan bersimbah darah di halaman sekolah yang seharusnya aman.

Kesaksian Tragedi di Al-Mughayyir

Bilal Abu Aliya, seorang saksi mata di lokasi kejadian, memberikan keterangan mengenai kebrutalan serangan tersebut.

"Pemukim yang mengenakan seragam militer melepaskan tembakan langsung ke arah sekolah dan para siswa, tanpa alasan apa pun," ujar Bilal.

Hamed Abu Naim menceritakan momen mencekam saat dirinya berusaha menolong anggota keluarga yang terjebak di dalam.

"Adegan itu sangat tragis. Lebih dari 500 siswa ketakutan karena tembakan yang gencar, dan orang tua mereka mencoba menyelamatkan serta mengeluarkan mereka dari sekolah," kata Hamed.

Ia menambahkan betapa intensnya situasi saat itu layaknya sebuah medan perang yang sesungguhnya.

"Penembakan itu tidak berhenti sesaat pun. Itu adalah perang dalam setiap arti kata tersebut," ungkap Hamed dengan getir.

Keluarga korban merasakan kepedihan mendalam karena pola kekerasan yang terus berulang selama bertahun-tahun.

Paman dari korban remaja mengungkapkan bahwa serangan ini tampak sudah direncanakan untuk memakan banyak korban.

"Aws sekarang menyusul ayahnya," kata Faraj, merujuk pada kematian ayah Aws dalam serangan serupa pada tahun 2019.

Ia mengenang bagaimana Aws kecil harus kehilangan ayahnya dan kini mengalami nasib yang sama tanpa kesalahan.

"Dia adalah seorang anak kecil pada waktu itu dan mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya dengan penuh kesedihan, tanpa ada kesalahan darinya, dan hari ini dia dibunuh dengan cara yang sama," tutur Faraj.

Direktur pendidikan setempat, Haniya Nazzal, mengecam keras penghancuran masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

"Pendudukan Israel membunuh kepolosan [Nassan], dan halaman sekolah bersimbah darahnya," tegas Haniya.

Kekerasan oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sejak Oktober 2023.

Selain penembakan di sekolah, militer juga dilaporkan merobohkan fasilitas pendidikan primer lainnya di Lembah Yordan.

Data dari Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman mencatat hampir 500 serangan terjadi hanya dalam satu bulan terakhir.

Warga Al-Mughayyir menyatakan bahwa tekanan ini bertujuan untuk memaksa mereka meninggalkan tanah kelahiran secara sistematis.

Meski diteror, penduduk lokal berkomitmen untuk tetap bertahan dan menjaga kedaulatan tempat tinggal mereka dari agresi.

"Serangan ini bukan hal baru bagi desa kami," kata Abu Aliya menekankan keberanian warga menghadapi ancaman.

"Tapi kami tidak akan meninggalkan desa kami, dan kami akan selalu mempertahankannya," tutupnya penuh penegasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk

Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:00 WIB

Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB

Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:21 WIB

Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB