-
Wisatawan Kanada tewas akibat penembakan oleh pelaku tunggal di Piramida Teotihuacan Meksiko.
-
Pemerintah Meksiko memperketat pengamanan situs wisata untuk menjamin keselamatan suporter Piala Dunia.
-
Aksi penyerangan diduga terencana dan terinspirasi dari tragedi penembakan massal di Amerika Serikat.
Suara.com - Situs bersejarah Piramida Teotihuacan berubah menjadi panggung teror yang mengguncang stabilitas keamanan nasional Meksiko menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Aksi penembakan maut ini menciptakan bayang-bayang ketakutan bagi jutaan penggemar sepak bola yang berencana datang pada musim panas mendatang.
Dikutip dari CNN, pemerintah kini harus bekerja ekstra keras meyakinkan komunitas internasional bahwa negara tersebut tetap menjadi destinasi yang aman dikunjungi.
![Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/42223-logo-piala-dunia-2026.jpg)
Tragedi ini menelan korban jiwa seorang perempuan warga negara Kanada di lokasi wisata paling ikonik tersebut.
Tujuh warga negara asing lainnya mengalami luka tembak sementara enam orang lainnya cedera akibat kepanikan massal.
Pelaku penembakan teridentifikasi sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez, seorang pria lokal berusia 27 tahun yang bertindak sendirian.
Pihak berwenang memastikan bahwa pria tersebut tidak memiliki afiliasi dengan kelompok kriminal terorganisir maupun kartel narkoba.
Investigasi mengungkap bahwa serangan ini merupakan tindakan terencana karena pelaku sempat memantau lokasi selama beberapa hari.
Ramirez mengakhiri hidupnya sendiri setelah sempat terlibat baku tembak dan terluka di bagian kaki oleh personel Garda Nasional.
Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, memaparkan hasil penyelidikan sementaranya kepada awak media.
“Berdasarkan langkah-langkah investigasi yang diambil, tampaknya tindakan ini tidak bersifat spontan. Penyerang merencanakan dan melaksanakan aksinya sendirian,” ujar Cervantes Martinez.
Kaitan dengan Insiden Luar Negeri
Presiden Claudia Sheinbaum memberikan tanggapan cepat untuk meredam kekhawatiran publik atas insiden luar biasa yang baru pertama terjadi ini.
Ia mengindikasikan adanya gangguan kondisi psikologis pada pelaku yang diduga terinspirasi oleh peristiwa kekerasan di luar negeri.
“Kami belum pernah menyaksikan hal seperti ini di Meksiko sebelumnya; ini adalah pertama kalinya peristiwa seperti itu terjadi,” tegas Sheinbaum.