Suara.com - Belum lama, BPJS Kesehatan resmi meluncurkan 8 Program Quick Wins yang ditargetkan tuntas terlaksana dalam 100 hari kerja pertama Direksi BPJS Kesehatan baru. Langkah ini ditempuh guna memastikan peserta Program JKN bisa direspons dengan cepat saat mengalami kendala di lapangan. Atas hal tersebut, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi pun mengungkapkan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan.
“Ini langkah yang sangat bagus dan positif, karena menjadikan masyarakat sebagai sebagai basis utama dalam instrumen inovasi yang dilakukan. Kebijakan-kebijakan BPJS Kesehatan sekarang pun sebetulnya sudah menjawab kebutuhan bagi pesertanya, terutama dengan kemudahan berbasis digital. Quick Wins yang digagas Direksi BPJS Kesehatan baru semoga bisa memperkuat inovasi yang selama ini sudah dilakukan,” katanya pada Jumat, (17/4/2026).
Sebagai informasi, Quick Wins tersebut terdiri atas 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative. Program Customer Centric dikembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Sementara, secara paralel, BPJS Kesehatan juga menjalankan Program Collaborative untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam Quick Wins Respons Cepat Solutif adalah Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) 24 jam, termasuk di dalamnya sejumlah layanan prioritas yang akan direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA, seperti penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali (reaktivasi) kepesertaan JKN, dan perubahan data. Menurut Tulus, penyediaan PANDAWA 24 jam dan layanan-layanan prioritas tersebut mampu menjawab mayoritas kebutuhan peserta JKN.
“Kinerja BPJS Kesehatan secara keseluruhan sudah mencerminkan keandalannya. Namun di sisi lain perlu diperkuat juga sinergi antarlembaga. Misalnya terkait reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), diharapkan upaya edukasi juga perlu digalakkan baik oleh Kementerian Sosial maupun dari BPJS Kesehatan supaya masyarakat memahami tupoksi masing-masing instansi,” kata Tulus.
Tulus mengungkapkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap kiprah Direksi BPJS Kesehatan yang baru. Menurutnya, Quick Wins tersebut juga diharapkan dapat menjadi suntikan semangat baru bagi BPJS Kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama mendongkrak kualitas pelayanan bagi peserta JKN, terutama pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Rumah sakit agar benar-benar memanusiawikan pelayanan peserta BPJS Kesehatan, memperbaiki insfrastruktur, sumber daya manusia, dan proses bisnis rumah sakit, sebab itulah yang menjadi kebutuhan dan keluhan peserta BPJS Kesehatan. Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga diharapkan bisa lebih sering ‘menyapa’ peserta BPJS Kesehatan dalam berbagai kesempatan spesial, seperti pada Hari Konsumen Nasional yang akan kita peringati bersama pada 20 April nanti,” kata Tulus.***