-
Polisi Israel menahan Alex Sinclair karena memakai kippah bermotif bendera Israel dan Palestina.
-
Petugas diduga merusak kippah milik Sinclair dengan menggunting bagian gambar bendera Palestina.
-
Sinclair melaporkan dugaan penahanan ilegal dan perusakan barang milik pribadi ke otoritas terkait.
“Dia telah mengambil milik saya, sebuah objek ritual keagamaan, sesuatu yang sangat berharga bagi hati saya, dan menghancurkannya,” tegas Sinclair.
Secara hukum, penggunaan bendera Palestina di Israel sebenarnya tidak dilarang secara mutlak dalam undang-undang resmi negara tersebut.
Namun, aparat memiliki diskresi untuk mencabutnya jika dianggap mendukung terorisme atau berpotensi memicu kerusuhan massa di lokasi.
Instruksi Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir pada 2023 untuk menghapus bendera Palestina sempat dinilai ilegal oleh aktivis hak sipil.
Pihak kepolisian dalam keterangan resminya hanya membenarkan adanya proses klarifikasi tanpa menanggapi tuduhan perusakan barang milik Sinclair.
Sinclair menegaskan bahwa tindakannya memakai dua bendera adalah bentuk keyakinan bahwa kedua bangsa memiliki hak atas tanah tersebut.
Visi Perdamaian dan Kritik Terhadap Rezim
Bagi Sinclair, menjadi seorang Zionis tidak berarti harus menutup mata terhadap hak asasi manusia dan identitas bangsa tetangga.
“Ada orang di kedua sisi yang mencoba menghapus identitas satu sama lain,” ungkapnya saat menjelaskan filosofi di balik pakaiannya.
Ia merasa khawatir dengan arah perkembangan politik Israel saat ini yang ia nilai mulai menyerupai praktik-praktik pemerintahan fasis.
Sebagai bentuk perlawanan, Sinclair telah melaporkan insiden ini ke Departemen Investigasi Internal Kepolisian atas dugaan penahanan tidak sah.
“Menjadi seorang Zionis tidak bertentangan dengan mengakui hak-hak orang lain yang juga memiliki hubungan sah dengan negara ini,” tambahnya.
Kasus ini mencuat di tengah ketegangan politik tinggi di Israel, di mana penggunaan simbol Palestina sering kali memicu respons keras dari kelompok sayap kanan.
Meskipun bendera Palestina kerap disita dari warga keturunan Arab, penindakan terhadap warga Yahudi karena simbol yang sama merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi.
Alex Sinclair, yang juga seorang dosen di Hebrew University, kini menuntut kompensasi atas perusakan alat ibadahnya tersebut.