Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

Arif Budi

Jum'at, 24 April 2026 | 10:34 WIB
Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia
Perdebatan terjadi di netizen Malaysia soal rencana Menkeu Purbaya ingin pasang tarif di Selat Malaka. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan mengusulkan pungutan tarif kapal di Selat Malaka untuk meningkatkan penerimaan negara dan memanfaatkan posisi strategis Indonesia.
  • Rencana tersebut memicu penolakan tegas dari Malaysia dan Singapura karena dianggap bertentangan dengan prinsip kebebasan navigasi internasional.
  • Wacana pengelolaan jalur pelayaran tersibuk dunia ini masih bersifat gagasan awal dan belum siap diterapkan oleh pemerintah Indonesia.

Suara.com - Wacana pemerintah Indonesia untuk mengenakan tarif terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka memicu perhatian di kawasan Asia Tenggara. khususnya Malaysia.

Gagasan ini dinilai berpotensi mengubah dinamika pengelolaan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan skema pungutan sebagai langkah untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memaksimalkan nilai strategis posisi geografis Indonesia.

Ia mencontohkan kebijakan yang diterapkan Iran di Selat Hormuz sebagai referensi awal.

“Saat ini Iran telah mengenakan biaya terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Apabila skema serupa diterapkan dan dibagi di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk Selat Malaka, hal tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Terlebih, porsi jalur Indonesia merupakan yang terbesar dan terpanjang,” kata Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa ide tersebut masih sebatas wacana dan belum siap untuk langsung diterapkan.

Ia menyebut gagasan ini sebagai upaya mendorong perubahan cara pandang dalam mengelola potensi nasional, agar tidak lagi bersifat pasif.

Menurutnya Indonesia perlu mengambil langkah yang lebih aktif dan terukur dalam memanfaatkan posisi strategisnya di jalur perdagangan global.

Pendekatan ini disebut selaras dengan visi pemerintah yang menempatkan Indonesia sebagai pemain utama, bukan sekadar pelengkap dalam arus ekonomi dunia.

baca juga

Namun, respons dari negara tetangga tidak sejalan. Malaysia dan Singapura secara tegas menolak rencana tersebut.

Kedua negara menilai Selat Malaka harus tetap terbuka tanpa pungutan bagi kapal internasional, sesuai prinsip kebebasan navigasi yang selama ini dijaga.

Perdebatan juga meluas ke ranah publik, terutama di Malaysia. Sejumlah warganet mempertanyakan relevansi dan dampak kebijakan tersebut terhadap stabilitas kawasan.

"Ide itu dating setelah Indonesia memberikan izin penerbangan lintas wilayah tanpa batas kepada AS, tepat di halaman belakang China. Ini ide yang sangat buruk," tulis @ling***

"Berdasarkan norma-norma maritim internasinoal, selat-selat Utama pada umumnya tetap terbuka tanpa adanya tol. Selat tersebut (Malaka) terbagi oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sehingga tidak ada satupun negara yang dapat secara sepihak memasang biaya," jelas @nouv***

"Solusi sederhana. Tinggal berlayar di sisi Malaysia dari Selat itu. Toh itu wilayah yang dibagi Bersama. Indonesia tidak punya semuanya," timpal @kris***

Dengan posisi Selat Malaka sebagai jalur vital perdagangan global, setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaannya berpotensi berdampak luas, tidak hanya bagi negara-negara ASEAN, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS

Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB

Terkini

Skincare Apa yang Bagus untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini yang Wajib Ada

Skincare Apa yang Bagus untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini yang Wajib Ada

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:36 WIB

Suhardiman Amby Disebut Kumpulkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli

Suhardiman Amby Disebut Kumpulkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli

Riau | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:30 WIB

Gesture Pegang Kerah Saat Masuk Rutan KPK, Febrie Adriansyah Stres, Cemas atau Emosi?

Gesture Pegang Kerah Saat Masuk Rutan KPK, Febrie Adriansyah Stres, Cemas atau Emosi?

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:30 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 25 Juli 2026, Jalan Terasa Makin Mulus

4 Shio Paling Beruntung pada 25 Juli 2026, Jalan Terasa Makin Mulus

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:22 WIB

Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK

Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:19 WIB

FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat

FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:15 WIB

Apakah Handbody Citra Bengkoang Bisa Mencerahkan Kulit? Cek Klaim dari Pengguna

Apakah Handbody Citra Bengkoang Bisa Mencerahkan Kulit? Cek Klaim dari Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:05 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat

Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:05 WIB

Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final

Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:53 WIB

KPK Telusuri Pertemuan Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kuansing dengan Raja Juli

KPK Telusuri Pertemuan Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kuansing dengan Raja Juli

Riau | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:52 WIB

×