Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB
Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ekonom HSBC ungkap dampak ke perekonomian Indonesia. [Gemini AI]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah tertekan hingga Rp17.300, menuntut Bank Indonesia mempertahankan suku bunga demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
  • Pranjul Bhandari dari HSBC menekankan pentingnya mengelola defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan naik menjadi satu persen terhadap PDB.
  • Indonesia harus bersaing ketat menarik investasi asing langsung guna memperkuat fundamental ekonomi dan ketahanan nilai tukar rupiah nasional.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan hingga menyentuh level Rp17.300 dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi fluktuasi tersebut, Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, sekaligus ASEAN Economist HSBC Global Investment Research, Pranjul Bhandari, menilai bahwa stabilitas nilai tukar rupiah sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia dan kemampuan negara dalam menarik modal asing.

Menurut Bhandari, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga adalah langkah yang tepat guna menjaga agar pasar keuangan domestik tidak semakin melemah.

Ia menekankan bahwa jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga di tengah situasi saat ini, hal itu justru berisiko membuat nilai tukar rupiah dan stabilitas keuangan hari ini berada dalam posisi yang jauh lebih rentan terhadap tekanan eksternal.

"Bank Indonesia tidak mengubah suku bunga kemarin, dan dari perspektif saya, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Setidaknya, menjaga suku bunga tetap stabil adalah kunci saat ini," ujar Bhandari dalam pemaparannya, Jumat (24/4/2026)

Bhandari menyoroti pentingnya Indonesia dalam mengelola pembiayaan luar negeri yang terdiri dari dua komponen utama. Salah satunya adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit), yang mencerminkan selisih antara ekspor dan impor.

Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Nilai tukar rupiah tembus Rp17.300, ekonom HSBC ungkap dampak ke perekonomian Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia mencatat bahwa tahun lalu, defisit transaksi berjalan Indonesia berada pada level yang cukup rendah, yakni hanya nol koma satu persen dari Produk Domestik Bruto (GDP).

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan masa lalu yang sempat mencapai dua koma lima persen dari GDP.

Meski demikian, Bhandari memproyeksikan angka ini mungkin akan sedikit naik menjadi satu persen dari GDP akibat kecemasan terhadap harga energi global.

baca juga

"Bahkan pada level satu persen dari GDP, angka tersebut sebenarnya tidak terlalu luas. Namun, poin penting bagi Indonesia adalah bagaimana menarik pembiayaan luar negeri yang cukup untuk membiayai defisit tersebut," tambahnya.

Bhandari juga menjelaskan, tantangan besar dalam menarik modal asing, baik dalam bentuk portofolio jangka pendek maupun Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang bersifat jangka panjang (tiga hingga empat tahun).

Menurutnya, tahun ini akan menjadi tahun yang sulit bagi banyak negara berkembang karena aliran FDI di seluruh dunia cenderung tidak terlalu kuat saatekonomi global sedang mengalami kontraksi atau kekurangan pertumbuhan.

"Ini akan menjadi tahun yang sulit karena pada tahun-tahun ketika ada banyak kekurangan ekonomi FDI tidak terlalu kuat di mana-mana," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus bersaing ketat untuk mendapatkan porsi yang lebih besar dari aliran investasi asing langsung guna menjaga fundamental ekonomi.

HSBC melihat, di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, kemampuan pemerintah dalam memikat FDI Indonesia akan menjadi faktor penentu dalam memperkuat ketahanan nilai tukar rupiah dan mendukung agenda pemulihan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Iran: Dunia Berada di Ambang Perang Dunia III

Iran: Dunia Berada di Ambang Perang Dunia III

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:30 WIB

Ali & Ratu Ratu Queens: Ketika Keluarga Tak Selalu Berarti Hubungan Darah

Ali & Ratu Ratu Queens: Ketika Keluarga Tak Selalu Berarti Hubungan Darah

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:30 WIB

Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK

Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 12:29 WIB

Kasus PTSL Bojonggede, Tiga Lokasi di Kabupaten Bogor Digeledah Polisi

Kasus PTSL Bojonggede, Tiga Lokasi di Kabupaten Bogor Digeledah Polisi

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 12:28 WIB

Wajib Coba! 5 Krim Malam Tanpa Bahan Eksfoliasi yang Ampuh Pulihkan Skin Barrier

Wajib Coba! 5 Krim Malam Tanpa Bahan Eksfoliasi yang Ampuh Pulihkan Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 12:28 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Hibah Rp67,5 Miliar untuk Rumah Ibadah, Baru Terealisasi 34,11 Persen

Pemprov Sumut Siapkan Hibah Rp67,5 Miliar untuk Rumah Ibadah, Baru Terealisasi 34,11 Persen

Sumut | Kamis, 10 September 2026 | 12:27 WIB

Komitmen ESG BRI Dapat Apresiasi, DPLK Raih Kehati ESG Award 2026

Komitmen ESG BRI Dapat Apresiasi, DPLK Raih Kehati ESG Award 2026

Riau | Kamis, 10 September 2026 | 12:27 WIB

AiMOGA Hadir di Indonesia, Robotnya Bisa Sambut Tamu hingga Bawa Barang

AiMOGA Hadir di Indonesia, Robotnya Bisa Sambut Tamu hingga Bawa Barang

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 12:27 WIB

Jejak Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian ke Utara Anak Krakatau

Jejak Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian ke Utara Anak Krakatau

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 12:24 WIB

ESG Makin Kuat, DPLK BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2026

ESG Makin Kuat, DPLK BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2026

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 12:21 WIB

×