Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 25 April 2026 | 16:30 WIB
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
Warga Palestina menunggu pasokan makanan bantuan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. [Dok.Antara]
  • Sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kelaparan akut sepanjang tahun 2025.

  • Gaza dan Sudan mencatatkan status kelaparan tertinggi yang pernah dilaporkan secara bersamaan.

  • Konflik bersenjata menjadi penyebab utama krisis pangan yang menghantam 147 juta penduduk dunia.

Penurunan bantuan ini menciptakan celah besar yang membuat pemulihan krisis pangan di lapangan menjadi semakin sulit dilakukan secara cepat.

Generasi mendatang terancam hilang akibat sekitar 35,5 juta anak di 23 negara kini menderita malnutrisi akut yang sangat membahayakan nyawa.

Hampir 10 juta di antaranya berada pada fase malnutrisi berat yang memerlukan penanganan medis intensif agar tidak berakhir dengan kematian.

Krisis gizi ini juga menghantam sekitar 9,2 juta ibu hamil dan menyusui yang tersebar di wilayah-wilayah terdampak konflik berkepanjangan.

Migrasi paksa terus membayangi krisis pangan dengan catatan 85,1 juta orang terpaksa mengungsi demi mencari sumber penghidupan yang lebih layak.

Mayoritas dari pengungsi tersebut berstatus sebagai pengungsi internal yang terisolasi dari jangkauan bantuan logistik internasional yang memadai.

Proyeksi Suram Ketahanan Pangan Tahun 2026

Hingga Maret 2026, indikator tingkat keparahan kelaparan masih menunjukkan status kritis di berbagai titik panas konflik Timur Tengah.

Ketegangan geopolitik yang terus memanas dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasok agrikultur global dan memicu kenaikan harga pangan dunia.

Dunia memerlukan kebijakan struktural yang jauh lebih kuat untuk memutus mata rantai kelaparan yang diprediksi akan terus menetap sepanjang tahun.

Tanpa intervensi kedamaian yang nyata, beban kelaparan global akan terus tertumpu pada pundak negara-negara paling rapuh secara ekonomi.

Laporan ini menjadi peringatan keras bagi para pemimpin dunia agar segera mengalihkan fokus pada penyelamatan nyawa manusia dari ancaman lapar.

Laporan Global Report on Food Crises (GRFC) 2026 disusun oleh konsorsium 18 lembaga kemanusiaan internasional untuk memantau kerawanan pangan global.

Isu utama dalam laporan ini adalah konfirmasi kelaparan atau famine (Fase 5 IPC) di Gaza dan Sudan yang dipicu oleh konflik militer berkepanjangan.

Selain faktor perang, krisis ini diperparah oleh penurunan dana bantuan kemanusiaan global dan perubahan iklim yang menghancurkan lahan pertanian di negara berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

News | Senin, 13 April 2026 | 10:32 WIB

Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan

Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 19:26 WIB

Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar

Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 20:08 WIB

Terkini

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:10 WIB

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:08 WIB

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:59 WIB

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:49 WIB

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat

Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB