Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 09:58 WIB
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
Serangan udara dan artileri militer Israel di Gaza menewaskan empat warga sipil termasuk seorang anak. (MME)
  • Empat warga Palestina termasuk anak-anak tewas akibat serangan terbaru militer Israel di Gaza.

  • Israel dilaporkan telah melakukan ribuan pelanggaran gencatan senjata sejak bulan Oktober tahun lalu.

  • Kerusakan infrastruktur sipil di Gaza mencapai sembilan puluh persen akibat agresi militer berkepanjangan.

Suara.com - Aksi kekerasan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Gaza termasuk seorang remaja di tengah periode gencatan senjata.

Langkah eskalasi ini membuktikan rapuhnya komitmen perdamaian saat mesin perang terus menyasar wilayah pemukiman dan infrastruktur publik.

Dikutip dari TRT, kematian anak berusia 14 tahun menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko keselamatan bagi warga Palestina yang berada di zona konflik.

Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)
Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)

Laporan medis terbaru menunjukkan pola serangan yang kian meluas melalui penggunaan pesawat nirawak hingga tembakan artileri berat.

Situasi di lapangan semakin mencekam seiring meningkatnya intensitas gempuran di beberapa titik strategis jalur Gaza.

Dua warga sipil dipastikan tewas seketika saat drone militer Israel menghantam sebuah sepeda motor di dekat Bundaran Kuwait.

Sorak sorai dan haru sambut kepulangan sandera Palestina di Gaza. (ANTARA)
Sorak sorai dan haru sambut kepulangan sandera Palestina di Gaza. (ANTARA)

Titik serangan tersebut berada di Jalan Salah al-Din yang merupakan jalur utama di tenggara Kota Gaza.

Satu nyawa lainnya melayang di area Al-Mughraqa akibat berondongan peluru tajam dari pasukan darat militer Israel.

Kabar duka juga datang dari lingkungan Sheikh Radwan setelah seorang remaja meninggal akibat luka parah dari serangan malam sebelumnya.

Korban yang masih berusia sangat muda tersebut menambah daftar panjang anak-anak yang menjadi sasaran dalam konflik ini.

Pasukan Israel melancarkan penembakan artileri yang membabi buta ke arah timur Khan Younis di wilayah selatan.

Helikopter militer dan unit artileri juga terlihat aktif melepaskan tembakan di wilayah kamp pengungsi Al-Bureij.

Tidak hanya dari udara dan darat, armada angkatan laut Israel juga menembakkan proyektil ke arah pantai Kota Gaza.

Kawasan Al-Tuffah yang berada di sisi timur juga tidak luput dari serangan intensif meriam militer sepanjang pagi ini.

Serangkaian aksi militer ini menciptakan ketakutan luar biasa di kalangan pengungsi yang mencoba bertahan hidup di tengah kepungan.

Kantor media pemerintah di Gaza mencatat ribuan tindakan ofensif yang telah dilakukan oleh pihak Israel sejak kesepakatan damai.

Bentuk pelanggaran tersebut mencakup pembunuhan langsung, penangkapan sewenang-wenang, hingga kebijakan kelaparan yang terstruktur.

Kutipan resmi dari pihak otoritas kesehatan memberikan gambaran jelas mengenai dampak fisik yang dialami masyarakat setempat.

“Hingga Jumat, Israel telah membunuh 972 warga Palestina dan melukai 2.235 lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata,” menurut Kementerian Kesehatan.

Statistik ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang disepakati Oktober lalu tidak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah.

Agresi yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan di wilayah kantong tersebut.

Sebanyak 90 persen fasilitas sipil dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan yang bertubi-tubi.

Jumlah korban jiwa secara keseluruhan kini telah melampaui angka 72.000 jiwa dengan ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jembatan perdamaian justru ternodai oleh ribuan aksi kekerasan yang tidak kunjung berhenti.

Komunitas internasional kini mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap setiap pergerakan militer guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu

2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu

News | Senin, 27 April 2026 | 09:03 WIB

Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak

Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak

Your Say | Senin, 27 April 2026 | 08:25 WIB

Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?

Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?

Video | Minggu, 26 April 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:04 WIB

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen  Green SM Buntut Kecelakaan KRL

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:39 WIB

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:56 WIB