Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 April 2026 | 11:42 WIB
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
Cole Tomas Allen (CNN)
baca 10 detik
  • Cole Tomas Allen menyerang jamuan koresponden karena kebencian politik mendalam terhadap administrasi Trump.

  • Tersangka yang merupakan mantan guru berprestasi ini meninggalkan catatan berisi permintaan maaf sekaligus ancaman.

  • Pihak berwenang mendalami transformasi radikal Allen yang awalnya adalah seorang insinyur berprestasi di CalTech.

Suara.com - Kebencian politik yang mengakar kuat diduga menjadi pemantik aksi nekat Cole Tomas Allen saat mencoba menyerang pejabat pemerintahan.

Aparat keamanan kini mendalami manifesto tertulis pria berusia 31 tahun tersebut untuk membedah motif di balik rencana pembunuhan tersebut.

Dikutip dari CNN, keterlibatan Allen dalam aktivisme sayap kiri di Los Angeles menandai titik awal perubahan perilaku sang guru menjadi lebih radikal.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]
Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]

Langkah terencana terlihat saat tersangka menempuh perjalanan kereta lintas negara bagian dari California menuju Washington DC demi melancarkan aksinya.

Tragedi ini mencoreng citra Allen yang sebelumnya dikenal sebagai pendidik berprestasi dan pengembang gim video yang inovatif.

“Izinkan saya memulainya dengan meminta maaf kepada semua orang yang kepercayaannya telah saya sia-siakan,” tulis pesan yang dikirimkan tersangka.

Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan

Pernyataan tersebut dikirimkan kepada pihak keluarga sesaat sebelum kekacauan pecah di luar lokasi acara perjamuan tahunan tersebut.

Otoritas mengungkapkan bahwa Allen secara spesifik mengincar jajaran pejabat dalam kabinet pemerintahan Donald Trump melalui pesan pribadinya.

“Saya tidak mengharapkan pengampunan,” tulis Allen dalam nota yang kini menjadi bukti kunci bagi tim penyidik kepolisian.

baca juga

Tersangka membawa senjata api jenis pistol semi-otomatis kaliber .38 dan senapan shotgun kaliber 12 saat mencoba menembus barikade.

Dalam pesan singkat sebelum beraksi, Allen melabeli dirinya sendiri sebagai sosok "Friendly Federal Assassin" atau pembunuh federal yang ramah.

Pelaku sempat melepaskan beberapa tembakan yang mengenai rompi anti-peluru seorang agen Secret Service sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan petugas.

“Kami masih berupaya memahami motifnya. Dari penyelidikan awal, tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi,” ujar Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche.

Blanche menambahkan bahwa hingga saat ini pria asal Torrance tersebut bersikap tidak kooperatif terhadap proses interogasi yang dilakukan tim penyidik.

Donald Trump sendiri menyebut rekam jejak media sosial tersangka menunjukkan sentimen yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani tertentu.

“Saya merasa geram saat memikirkan semua hal yang telah dilakukan oleh pemerintahan ini,” tulis Allen menutup pesan penuh amarahnya.

Padahal, Allen merupakan lulusan teknik mesin CalTech tahun 2017 yang pernah mendapat apresiasi luas karena menciptakan rem darurat kursi roda.

Pihak keluarga memberikan kesaksian bahwa Allen mulai rutin berlatih di lapangan tembak setelah aktif bergabung dengan kelompok aktivis sayap kiri.

Otoritas menemukan fakta bahwa dua senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut dibeli secara legal melalui proses pemeriksaan latar belakang resmi.

Meski demikian, rasa bersalah sempat terselip saat Allen meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, hingga para siswanya di California.

“Memalingkan pipi ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristiani; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas,” argumen Allen dalam tulisannya.

Kekecewaan mendalam Allen terhadap kebijakan kamp detensi dan pemerintahan Trump memicu aksi nekat yang membahayakan nyawa banyak orang tersebut.

Keluarga sempat mencoba memperingatkan polisi setelah menerima pesan ancaman tersebut, namun Allen sudah lebih dulu berada di lokasi sasaran.

Kini Cole Tomas Allen menghadapi dakwaan berlapis atas penggunaan senjata api secara ilegal serta penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok

News | Senin, 27 April 2026 | 10:56 WIB

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh

News | Senin, 27 April 2026 | 10:44 WIB

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

×