15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
Anggota Komisi XIII DPR RI fraksi PKB, Mafirion. (tangkapan layar/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Insiden kontak tembak di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada April 2026 menyebabkan 15 warga sipil meninggal dunia.
  • Anggota DPR RI Mafirion mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur dalam penindakan kelompok bersenjata.
  • Pemerintah diminta mengevaluasi standar operasional prosedur demi menjamin perlindungan hak asasi manusia serta menjaga stabilitas nasional Papua.

Suara.com - Insiden tragis yang merenggut nyawa 15 warga sipil di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memicu reaksi keras dari parlemen. Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengungkap dugaan kesalahan penindakan terhadap kelompok bersenjata yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil.

Mafirion menegaskan, bahwa transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau hak asasi manusia (HAM) dalam insiden tersebut.

"Kami prihatin atas insiden di Kabupaten Puncak yang menyebabkan belasan warga meninggal dunia. Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan independen, serta hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik tanpa ada yang ditutup-tutupi,” ujar Mafirion di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan kronologi kejadian, kontak tembak dilaporkan terjadi pada 13 April 2026 dan mencapai puncaknya pada 14 April 2026 di wilayah Kabupaten Puncak, dekat perbatasan Puncak Jaya. Para korban kemudian dievakuasi ke wilayah Puncak Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

Guna memastikan keadilan bagi para korban, Mafirion meminta pemerintah segera membentuk tim investigasi independen yang melibatkan lembaga negara seperti Komnas HAM. 

Ia juga menekankan pentingnya pengumpulan bukti, perlindungan bagi saksi dan keluarga korban, serta evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) penanganan konflik bersenjata.

Mafirion mengingatkan bahwa perlindungan terhadap warga sipil adalah mandat hukum yang tidak bisa ditawar, baik dalam skala nasional melalui UUD 1945 dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, maupun instrumen internasional.

"Perlindungan warga sipil adalah kewajiban hukum, baik secara internasional maupun nasional. Dalam kondisi apa pun, warga sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan dan harus dilindungi oleh negara maupun pihak yang berkonflik,” tegasnya.

Legislator asal PKB ini juga memperingatkan dampak jangka panjang jika perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik terabaikan. 

baca juga

Menurutnya, kegagalan negara dalam memberikan rasa aman dapat merusak kepercayaan publik dan memperparah ketegangan di Papua.

“Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuka potensi pelanggaran HAM yang lebih luas dan merusak stabilitas sosial serta keamanan nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Mafirion mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada penanganan insiden sesaat, tetapi juga memperkuat mekanisme pengawasan dan menerapkan pendekatan yang lebih humanis dalam menangani konflik di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi, Ketua DPR Puan: Keamanan Jalur Harus Diperbaiki!

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:00 WIB

Cole Tomas Allen Targetkan Bunuh Semua Pejabat Donald Trump kecuali Sosok Ini

Cole Tomas Allen Targetkan Bunuh Semua Pejabat Donald Trump kecuali Sosok Ini

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:27 WIB

DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi

DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

×