Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB
Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi
Ilustrasi orang Yahudi (Antara)
  • Australia memperketat keamanan acara publik Yahudi guna mencegah terulangnya serangan teror maut.

  • PM Anthony Albanese mengadopsi 14 rekomendasi reformasi keamanan termasuk percepatan program buyback senjata.

  • Kebijakan ini merespons lonjakan sentimen antisemit global demi menjaga stabilitas kohesi sosial nasional.

Suara.com - Australia resmi memperketat protokol pengamanan seluruh agenda publik komunitas Yahudi demi mencegah terulangnya tragedi berdarah Bondi Beach.

Komisi Kerajaan telah merilis 14 poin rekomendasi awal untuk memperkokoh benteng pertahanan kontra-terorisme di seluruh wilayah Australia.

Dikutip dari Skynews, kebijakan ini muncul sebagai respons cepat atas serangan brutal pada perayaan Hanukkah Desember lalu yang merenggut 15 nyawa.

Ribuan umat Yahudi ultra-Ortodoks panuh jalanan Yerusalem. (AFP/MENAHEM KAHANA)
Ribuan umat Yahudi ultra-Ortodoks panuh jalanan Yerusalem. (AFP/MENAHEM KAHANA)

Pemerintah berkomitmen mengakomodasi langkah strategis ini untuk meredam kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman kekerasan bersenjata yang terorganisir.

Fokus utama terletak pada mitigasi risiko dini melalui koordinasi antarlembaga yang jauh lebih ketat dari sebelumnya.

Perdana Menteri Anthony Albanese memastikan seluruh usulan komisi akan dijalankan sepenuhnya demi stabilitas keamanan nasional.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memberikan pernyataan bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Lmo/rwa]
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memberikan pernyataan bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Lmo/rwa]

"Ini sebagaimana yang dibayangkan pemerintah – bahwa tugas pertama Komisi Kerajaan, prioritasnya, adalah melihat elemen keamanan dari isu-isu ini," kata Mr. Albanese.

Laporan setebal 154 halaman tersebut menyarankan perluasan pengamanan yang selama ini hanya fokus pada hari besar keagamaan.

Acara publik Yahudi lainnya kini akan mendapatkan level proteksi yang setara dengan peringatan Rosh Hashanah dan Yom Kippur.

Langkah ini diambil mengingat risiko serangan yang menyasar simbol-simbol identitas komunitas tertentu semakin nyata secara global.

Pemerintah juga sedang mempercepat rencana program pembelian kembali senjata api secara nasional sebagai upaya deeskalasi kekerasan.

Tim kontra-terorisme akan menjalani peninjauan menyeluruh guna memastikan setiap personel siap menghadapi skenario terburuk di lapangan.

Pejabat senior pemerintahan kini diwajibkan terlibat aktif dalam setiap simulasi penanganan teror yang digelar oleh otoritas keamanan.

Meski demikian, laporan interim ini belum menuntut adanya perubahan aturan yang bersifat mendesak dalam waktu dekat.

Upaya ini menjadi jawaban atas tuntutan keluarga korban dan kelompok advokasi yang mendesak adanya reformasi sistem keamanan.

Perdana Menteri mengakui bahwa ancaman terhadap kelompok tertentu merupakan fenomena yang saat ini sedang melanda berbagai belahan dunia.

"Saya telah mengatakan pada berbagai kesempatan bahwa pemerintah selalu bisa berbuat lebih baik, selalu bisa berbuat lebih baik. Kohesi sosial itu penting," tambahnya.

Beliau juga menekankan pentingnya respons pemerintah terhadap peningkatan insiden kebencian yang terjadi secara internasional belakangan ini.

Otoritas Australia menyadari bahwa perlindungan fisik harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga persatuan antarwarga negara.

Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi konflik yang dipicu oleh sentimen agama maupun etnis tertentu di ruang publik.

Tragedi penembakan di Bondi Beach yang diduga dilakukan oleh ayah dan anak merupakan aksi kekerasan massal paling mematikan dalam tiga dekade terakhir.

Pengetatan ini juga berkaca pada lonjakan serangan antisemit di London, Manchester, hingga Washington yang meningkat tajam sejak konflik Gaza pecah.

Komisi Kerajaan dijadwalkan memulai persidangan publik minggu depan sebelum merilis laporan final pada akhir tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror di London! Dalam 4 Menit Dua Orang Yahudi Jadi Korban Penusukan

Teror di London! Dalam 4 Menit Dua Orang Yahudi Jadi Korban Penusukan

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:26 WIB

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:50 WIB

London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal

London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:14 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB